Setelah sekitar 20 menit mendapat penjelasan, Kapolda Jatim tersebut langsung berjalan kaki menuju tanggul yang berjarak 100 meter dari pos pantai. Di tanggul itu Hadiatmoko melihat kondisi dan situasi lumpur yang terus menyembur.
"Dari penjelasan BPLS, tahun-tahun lalu yang menyembur adalah 70 % cair dan 30 % padat. Kalau sekarang kebalikannya, 70 % padat dan 30 % cair," kata Haditamoko kepada wartawan, Senin (19/9/2011).
Hadiatmoko menjelaskan bahwa akibat semburan itu, permukaan atas atau luar dari lumpur memang terlihat kering. Tetapi permukaan kering itu hanya sedalam 25 cm saja. Sedangkan selebihnya atau lapisan permukaan di bawahnya masihlah cair.
"Di atas kering, ke bawah lagi seperti dodol dan ke bawah lagi seperti air," tambah Hadiatmoko.
Hadiatmoko memperingatkan agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan ancaman lumpur yang bisa saja mengarah ke rel kereta dan jalan raya Porong. Kewaspadaan juga ditujukan kepada wisatawan dan pemandu wisata lumpur yang beraktivitas tepat di tanggul. Untuk sementara Hadiatmoko belum menegaskan adanya pelarangan terhadap wisatawan lumpur.
"Polda Jatim sendiri tetap akan melakukan pengamanan. Polres Sidoarjo sebagai pemilik wilayah akan terus memantau perkembangan," tandas Hadiatmoko.
(iwd/bdh)










































