"Para pelaku merusak mushola dengan melemparinya dengan batu, memakai pentungan dan ada yang membawa celurit," kata Kapolres Pasuruan AKBP Agung Yudha Wibowo kepada detiksurabaya.com, Senin (15/8/2011).
Setelah melakukan aksinya, kata Agung, ratusan pelaku langsung melarikan diri. "Setelah melakukan aksi, para pelaku langsung kabur," imbuhnya.
Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pengrusakan mushola yang belum lama dibangun. Dari keterangan yang didapat dari para saksi, Sanuli, beberapa pelaku sudah dikenalnya dengan baik.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian masih tampak tegang. Sedikitnya 40 petugas dari Brimob Polda Jatim dan Polres Pasuruan masih berjaga di lokasi.
Sebelumnya, sebuah mushola di Desa Krajan (sebelumnya disebut Desa Tambak Krajan), Kecamatan Pasrepan dirusak massa.
Akibat aksi itu kaca jendela mushola bagian samping pecah berantakan. Kejadian itu terjadi pada Minggu (14/8/2011) sekitar pukul 18.00 WIB.
(fat/fat)










































