Polres Pamekasan Amankan 27 Imigran Gelap Asal Afganistan

Polres Pamekasan Amankan 27 Imigran Gelap Asal Afganistan

- detikNews
Minggu, 19 Jun 2011 09:27 WIB
Pamekasan - Lagi-lagi imigran gelap asal Afganistan bikin ulah di perairan utara Pulau Madura. Sebulan lalu 32 orang Afganistan ditangkap di wilayah Bangkalan. Kini, giliran Polres Pamekasan yang dibikin sibuk oleh imigran gelap yang hendak kabur melaut menuju Australia.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, ke-27 orang warga negara Afganistan itu berhasil diamankan oleh anggota Polsek Pasean. Pengamanan Minggu (19/6/2011) dinihari itu, berawal dari laporan warga Pasean yang mengatakan ada sebuah gudang yang dijadikan tempat penampungan warga asing berbahasa Arab. Diduga imigran gelap itu sudah 2 hari ditampung di gudang tembakau itu.

Mendapat laporan, sejumlah anggota Polsek Pasean lantas menuju gudang tersebut. Setelah pintu gudang dibuka, ternyata memang benar terdapat sejumlah warga asing yang menumpang di dalam gudang.

Setelah didata, polisi mengantongi 27 identitas imigran gelap asal Afganistan. Untuk sementara, ke-27 imigran gelap itu tetap ditampung di gudang yang dikabarkan milik salah seorang anggota DPRD Pamekasan.

Kapolres Pamekasan, AKBP Anjar Gunadi, mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Mapolda Jatim, Kantor Imigrasi dan lembaga IOM (International Organization for Migration) di Surabaya.

"Koordinasi tersebut dimaksudkan untuk penanganan lebih lanjut pada sejumlah imigran asal Aganistan tersebut," kata Anjar Gunadi saat dihubungi

Anjar Gunadi mengaskan, pihaknya akan memeriksa pemilik gudang dan orang-orang yang terkait dengan kedatangan imigran asal Afganistan itu di wilayah Pasean.

Ke-27 imigran itu seluruhnya berjenis kelamin lelaki dewasa. Mereka tiba dan ditampung di Pasean setelah kabur dari pusat karantina imigran gelap di Bogor. Para imigran gelap itu sedianya akan melanjutkan pelariannya menuju Australia menggunakan perahu yang diduga disewa dari warga Pasean.

"Untuk mendalami kasus imigran asal Afganistan itu, saya akan memanggil sejumlah warga Pasean. Sejauh apa keterlibatan warga, saya masih memerlukan keterangan warga yang diduga terlibat," tandas AKBP Anjar Gunadi.

(fat/fat)
Berita Terkait