Mahasiswa memaksa masuk dan minta ditemui anggota dewan, namun dihalang-halangi oleh petugas.
"Maju maju maju," teriak massa sambil mendorong satpol PP di depannya, Rabu (1/6/2011).
Tak mampu menghadapi massa, polisi memberikan bantuan menerobos masuk di depan satpol PP berhadapan dengan mahasiswa. Kericuhan semakin menjadi saat mahasiswa membakar kertas poster tuntutan di teras gedung dewan.
Polisi langsung menghalau massa keluar dari halaman gedung dewan. Kekacauan di halaman gedung dewan semakin menjadi karena massa berusaha melawan dengan tetap berusaha masuk gedung DPR.
"Keluar keluar dari sini, di luar pagar semua di luar pagar," teriak polisi sambil mendesak massa.
Massa yang kalah dengan polisi, akirnya terdesak mundur keluar dari halaman Gedung DPRD.
"Kami hanya ingin menyampaikan tuntutan terkait pentingnya pancasila yang luntur di kalangan Pemimpin bangsa," ujar M Yazid, korlap mahasiswa.
Yazid menilai petugas tidak peka dengan keinginan mahasiswa, sehingga polisi mendesak keluar mahasiswa. "Kami sangat kecewa dengan sikap polisi yang tidak memahami kami," pungkas Yazid.
Akirnya mahasiswa bersedia membubarkan diri setelah polisi mendesak perwakilan DPRD Kota Kediri menemui massa dan menandatangani mandat menyampaikan aspirasi ke DPR Pusat.
Akibat kericuhan aksi mahasiswa ini, fasilitas taman gedung DPRD Kota Kediri rusak, pot bunga di teras gedung dewan pecah semua. Dalam aksinya, mahasiswa mendesak DPR kembali menanamkan nilai pancasila untuk melawan korupsi di kalangan pemimpin bangsa termasuk kalangan wakil rakyat.
(fat/fat)










































