Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara terkait pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Lalu apa alasan Nusron?
Dirangkum detikcom, Selasa (22/9/2026), pengunduran diri Nusron itu mulanya dibenarkan Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia pada Sabtu (19/9). Dia mengatakan Nusron telah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu.
"Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu," kata Doli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nusron merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar. Dalam kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.
Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengatakan Nusron mengundurkan diri sejak enam bulan lalu. Nusron disebut mundur dari pengurus Golkar karena hendak fokus mengurus hal lain.
"Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain," kata Sarmuji kepada wartawan, Senin (21/9).
Pengakuan Nusron
Nusron pun akhirnya buka suara terkait pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar. Nusron mengaku sudah berdiskusi dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia dari tahun lalu.
"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil, dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum, kami sudah pernah diskusi masalah itu, lama," kata Nusron seusai Rapat Kerja di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).
Nusron tak menjelaskan detail alasan pengunduran dirinya dari partai. Ia berbicara soal hak memiliki privasi.
"Mohon maaf ya, mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan, boleh nggak saya jalan," jawabnya setelah wartawan mengajukan sejumlah pertanyaan, termasuk pertimbangan mundur dari DPP Golkar.
Simak juga Video 'Nusron soal Mundur dari Kepengurusan Golkar: Sudah Diskusi dengan Bahlil':










































