Diakui Matasan, sebelum MPU yang dikemudikannya terbakar di Desa Masangan, Kecamatan Bungah Gresik. MPU yang membawa 17 orang penumpang berjalan seperti biasa. Namun, saat memasuki Desa Masangan tepatnya di depan salah satu sekolah MtS. Pandangannya tiba-tiba silau saat berpapasan dengan mobil yang berlawanan arah.
Merasa silau, tiba-tiba juga dirinya melihat sesuatu benda di depan. Karena kaget, MPU yang dikemudikannya mencoba menghindari benda di depannya. Bersamaan dengan itu, MPU yang membawa 17 penumpang langsung terguling dan mengeluarkan percikan api tepatnya dibawah jok sopir.
"Saat mobil terguling dan mengeluarkan percikan api saya masih sempat menolong 3 penumpang," akunya di depan penyidik Sat Lantas Polres Gresik, Senin (23/05/2011).
Saat ditanya kenapa setelah kejadian melarikan diri? Matasan mengaku, dirinya melarikan diri karena trauma kendati sempat melaporkan laka ini kepala desanya yakni Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu Gresik.
"Saya melarikan diri untuk menenangkan kejiwaan meski pada akhirnya lapor ke Kades saya untuk diantar ke kantor polisi," ujarnya.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Satria Permana menuturkan, sopir MPU yang menyebabkan laka maut sudah bertindak koperatif. Soalnya dirinya sempat melarikan diri saat kejadian kita lihat saja dalam pemeriksaan. "Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































