Baca beritanya dalam bahasa Inggris
Bea Cukai Soekarno Hatta merilis video yang menunjukkan kronologi saat seorang pilot Malaysia Airlines tiba di Jakarta sebelum ditahan atas tuduhan membawa narkoba ke Indonesia.
Warga negara Malaysia itu ditangkap setelah bea cukai diduga menemukan lebih dari 70.100 pil ekstasi seberat 26 kilogram dan empat gram metamfetamin yang disembunyikan di dalam kopernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia memiliki undang-undang narkoba yang ketat, dengan awak pesawat secara rutin memberikan peringatan tentang ancaman hukuman mati bagi pengedar narkoba sebelum pesawat mendarat.
Senin kemarin, Direktorat Jenderal Bea Cukai Indonesia mengunggah video dari CCTV di akun Instagram resmi mereka.
Dalam video tersebut disebutkan pihak berwenang sudah curiga terhadap koper melalui analisa citra mesin X-ray.
Video tersebut menunjukkan seorang pria dengan seragam pilot putih membawa koper, kemudian diserahkan ke ruang pemeriksaan bea cukai, lalu kopernya digeledah dan narkoba diduga ditemukan.
"Petugas turut mengamankan botol kecil berisi urine yang diduga digunakan untuk memalsukan tes urine," demikian tertulis dalam video tersebut.
Hasil tes narkoba positif
Pilot tersebut kemudian menjalani tes narkoba dan kemudian pihak otoritas menduga ia berada di bawah pengaruh narkoba saat terbang.
Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers pada hari Jumat yang digelar Bea Cukai Soekarno Hatta dan Bareskrim Polri.
Pilot tersebut diberi inisial MS dan saat penangkapan terjadi ia baru mendarat dari Kuala Lumpur.
"Jadi perkiraan kami, yang sabu tersebut adalah untuk dipakai yang bersangkutan. Sementara ekstasi inilah yang nanti akan disebarluaskan di Indonesia," kata Hengky Tomuan Parlindungan Aritongan dari Bea Cukai.
"Dan dari hasil pemeriksaan tes urin, ternyata positif memakai sabu, ineks dan kokain. Jadi pas saat terbang, itu sedang memakai," tambahnya.
Mereka juga menduga pilot tersebut memanfaatkan sistem layanan bagasi awak kabin dengan menyembunyikan narkoba di bawah pakaian di kopernya.
Secara terpisah, unit kejahatan narkotika Kepolisian Indonesia mengatakan dalam penyelidikan awal terungkap pilot tersebut mencoba mengirimkan narkoba sebanyak tiga kali, termasuk ke negara bagian Sabah di Malaysia.
Polisi mengatakan pilot tersebut mengakui menerima perintah dari seorang pengedar untuk membawa narkoba ke Jakarta dan menjanjikan hadiah sebesar 50.000 Ringgit Malaysia.
Polisi Indonesia mengatakan mereka sekarang sedang menyelidiki jaringan perdagangan narkoba internasional setelah penangkapan pilot tersebut.
"Para tersangka diyakini masih berada di wilayah Jakarta. Kami bekerja sama dengan Bea Cukai dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengungkap jaringan yang tersisa," kata Awaludin Amin dari kepolisian Indonesia kepada wartawan.
Penyelidikan pemeriksaan bandara Malaysia
Sejumlah laporan media mengatakan pilot tersebut sedang bertugas untuk penerbangan MH727, menggunakan Boeing 737-800 dengan kapasitas hingga 182 penumpang yang terbang dari Kuala Lumpur ke Jakarta.
Malaysia Airlines mengatakan mereka menanggapi tuduhan tersebut dengan serius dan sudah meluncurkan tinjauan internal.
"Malaysia Airlines akan bekerja sama penuh kepada pihak berwenang terkait sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang berlaku," kata pernyataan yang dirilis pada hari Jumat yang dikutip dari sejumlah media lokal di Malaysia.
Mereka menolak berkomentar lebih lanjut sambil menunggu penyelidikan Indonesia, tetapi menambahkan jika keselamatan, keamanan, dan integritas operasional tetap menjadi prioritas utama mereka.
Dalam konferensi pers Senin kemarin, Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS) mengatakan pemeriksaan penumpang dan awak pesawat dilakukan seperti biasa pada hari pilot tersebut terbang dan tidak menemukan hal mencurigakan saat kopernya diperiksa.
"Kami menunggu tanggapan dari polisi agar kami dapat mempelajari bagaimana dia bisa melewati pemeriksaan tanpa terdeteksi," kata Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain dari AKPS.
Ia membela keamanan bandara, termasuk soal pemeriksaan awak pesawat, dengan mengatakan jika lembaga perbatasan yang dipimpinnya sudah mencegat beberapa upaya pengangkutan narkoba.
"Jika polisi melihat ada kecurangan yang dilakukan oleh petugas saya, maka kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh," katanya kepada wartawan.










































