"Dari hasil pemeriksaan tim di lapangan, saya kira manajemennya sudah bagus dan bukan kesalahan manajemen Sumber Kencono, tapi murni kesalahan pengemudinya," kata Kombes Pol Sam Budigusdian kepada wartawan di gedung Regional Traffic Management Centre (RTMC) Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Senin (23/5/2011).
Dirlantas Polda Jatim ini mengaku hasil pengumpulan data di lapangan, bus SK yang terlibat kecelakaan, jumlah kursinya sebanyak 55 kursi, namun jumlah penumpangnya sebanyak 60 orang.
"Penumpanganya lebih masih dalam batas toleransi," tuturnya.
Hasil olah TKP, kecepatan bus itu diperkirakan mencapai sekitar 90-100 km/jam dan kondisi persenelingnya top gigi 5. Busnya sangat laik dan baik keluaran tahun 2011.
"Bagaimanapun hebatnya bus, tapi kalau pengemudi caranya seperti itu sangat membahayakan orang lain," ujarnya.
Ia menambahkan, manajemen PO SK dinilai sudah bagus dan tidak ada masalah. Menurutnya, pada saat setelah audit tidak ada kecelakaan dan baru kali ini ada kecelakaan lagi. Bahkan, manajemen memiliki alat GPS yang dipasang di setiap bus, untuk memantau kecepatan bus.
"Ini bukan salahnya manajemen. Seandainya anda pemilik bus, apakah ingin bus anda kecelakaan. Saya kira tidak. Ini murni sopirnya yang nggak bener," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Bus Sumber Kencono bernopol W 7666 UY menghantam truk bernopol AE 8804 BA. Akibatnya sembilan orang tewas di tempat dan beberapa luka-luka. Korban tewas dibawa ke RSUD Caruban sedangkan korban luka dibawa ke RSUD Nganjuk.
(roi/fat)











































