Puluhan massa tergabung dalam Forum Bumi Kelangitan (FBK) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Blitar ngeluruk kantor Pemkab Blitar dan DPRD setempat meminta agar Sekda dilengserkan dari jabatnya.
Pasalnya, dia dianggap paling bertanggung jawab karena tidak memberikan porsi anggaran bagi rakyat miskin. Aksi demo yang diikuti puluhan pemuda dan elemen masyarakat tersebut berjalan dengan tertib dengan mendapat pengawalan dari personil polisi dan satpol PP.
Koordinator lapangan, Feri mengaku sangat kecewa terhadap kinerja Sekda kab Blitar yang dianggap kurang memperhatikan nasib rakyat miskin. Dalam aksinya mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap sekda dan Bupati Blitar yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat kecil.
"Kami sangat kecewa dengan sikap Pemkab Blitar yang tidak berpihak pada masyarakat kecil. Untuk itu dia meminta aggar Pemkab Blitar berani untuk menurunkan Sekda Blitar karena dianggap tidak becus bekerja," tuding Feri saat di halaman gedung DPRD Kabupaten Blitar, Rabu (4/5/2011).
Dia mengaku tahun 2011 ini Pemkab Blitar hanya mengalokasikan anggaran orang miskin sebesar 0,04 persen dari total kemampuan APBD Kab Blitar yang mencapai Rp 1,12 triliun.
Ironisnya anggaran untuk bupati dan wakil bupati blitar mencapai miliaran rupiah yang terbagi dalam berbagai pos anggaran. Salah satunya pos pengadaan baju dinas yang mencapai Rp 1,6 miliar, pengadaan mobil dinas baru untuk bupati dan beberapa pejabat yang mencapai Rp 4,07 miliar.
"Ini sangat ironis sekali, mengigat di wilayah Blitar saat ini terdapat warga korban tanah longsor yang setiap hari tidurnya bersama sapi di kandang," tambah Feri.
Sebelumnya aksi demo juga dilakukan di kantor Pemkab Blitar. Dalam aksinya tidak ada satupun pejabat Pemkab Blitar yang menemui para pengunjuk rasa.
(fat/fat)











































