Australia Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke Aktivis Flotilla, Panggil Dubes Israel

Australia Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke Aktivis Flotilla, Panggil Dubes Israel

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 21 Mei 2026 08:52 WIB
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video perlakuan terhadap aktivis Flotilla yang ditahan di Israel. (X/@itamarbengvir)
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video perlakuan terhadap aktivis Flotilla yang ditahan di Israel. (Foto: X/@itamarbengvir)
Jakarta -

Australia memanggil Duta Besar Israel usai perlakuan menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang dipaksa berlutut dengan tangan terikat. Australia mengutuk perlakuan tersebut.

"Saya juga telah menginstruksikan DFAT (Departemen Luar Negeri dan Perdagangan) untuk memanggil Duta Besar Israel untuk Australia untuk memperkuat pesan ini," kata Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, melalui akun X, dilansir Aljazeera, Kamis (21/5/2026).

Dilansir AFP, Wong juga menilai tindakan Ben-Gvir terhadap aktivis Global Sumud Flotilla sangat merendahkan martabat manusia. Ia mengutuk tindakan terhadap para aktivis dari berbagai negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gambar-gambar yang kami lihat diunggah oleh Menteri Israel Ben-Gvir, yang telah dikenai sanksi oleh Australia, sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima," kata Wong.

"Kami mengutuk tindakannya dan tindakan merendahkan martabat yang dilakukan oleh otoritas Israel terhadap mereka yang ditahan," kata Wong.

Wong juga mengatakan Australia terus menyerukan pembebasan 11 warga Australia yang berpartisipasi dalam armada kapal tersebut. Ia juga meminta "agar Israel memastikan tidak ada perlakuan buruk terhadap tahanan mana pun dan bertindak sesuai dengan kewajiban internasional".

Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunggah video dirinya memperlakukan para aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza kini ditahan di Israel. Para aktivis terlihat dalam keadaan berlutut dengan dahi di lantai serta tangan diikat tali.

Dilansir Al Jazeera, unggahan Ben-Gvir itu diimbuhkan keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor di tangannya.

Tuai Kemarahan Pemimpin Dunia

Kemarahan global mencuat setelah unggahan video Ben-Gvir itu. Beberapa negara disebut memanggil Duta Besar Israel setelah perlakuan Ben-Gvir.

Beberapa negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan 'kemarahan' mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik.

"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan di X.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai "tidak dapat diterima", menyerukan pembebasan warga negara Prancis "sesegera mungkin".

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden itu "sangat mengkhawatirkan", menambahkan bahwa Ottawa akan memanggil duta besar Israel terkait insiden tersebut.

"Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," katanya kepada wartawan.

Tonton juga video "Apakah Larangan Media Sosial untuk Anak di Australia Gagal?"

Halaman 2 dari 2
(yld/fca)


Berita Terkait