Paket berukuran cukup besar yang belum diketahui apa isinya itu terdapat identitas dan nomor HP pengirimnya diterima Pukul 11.30 Wib. Sesuai nota yang dikirim melalui jasa pengiriman TIKI, pengirim tercatat bernama Haris yang beralamatkan di Bandung.
Identitas itu cukup mencurigakan karena pasangan Hendra dan Neti Mariyati tidak memiliki saudara, teman ataupun kenalan di Bandung.
"Kami tidak mengenal pengirimnya yang bernama Haris itu," kata Sandra, kerabat Hendra.
Paket itu sebelumnya sudah dibawa masuk ke dalam rumah yang juga digunakan untuk usaha jasa laundry ini. Namun setelah dicek nomor ponselnya, tidak bisa.
"Hendra tadi sudah menghubungi nomor HP yang tercatat pada nota pengirimannya. Namun tidak bisa dihubungi," jelas Sandra.
Akhirnya Hendra bersama istrinya memutuskan tidak membuka isi paket. Pengusaha tersebut khawatir isinya bahan peledak seperti yang terjadi yang terjadi belakangan ini.
Paket itu lantas diletakkan di depan rumahnya. Selanjutnya, Hendra menghubungi aparat Polres Lumajang. Polisi yang datang ke lokasi langsung mensterilkan dengan memasang garis polisi di sekeliling rumah Hendra.
Selain itu, keluarga pasangan Hendra dan Neti Mariyati juga dievakuasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi, jika paket misterius itu benar-benar bom.
Di lokasi, petugas juga sempat memeriksa paket itu dengan metal detector. Namun hasil deteksi tidak membuahkan adanya unsur logam di dalam paket. Tetapi polisi tak ingin menyepelekan. Mereka menunggu kedatangan Tim Jihandak Brimob Polda Jatim yang di Bondowoso.
(gik/gik)










































