Kapolsek Kertosono, AKP Dodot Dwianto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan upaya pencarian jasad Nurhidayati warga warga Desa Termas, Kecamatan Baron. Polsek Kertosono sudah berkoordinasi dengan Tim SAR Satuan Brimob Detasemen C Polda Jatim di Kediri, untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya korban.
"Sampai sekarang masih dilakukan. Ada 2 perahu yang diterjunkan dan akan dilakukan sampai korban ditemukan," terang Dodot kepada detiksurabaya.com melalui sambungan telepon seluler, Senin (11/4/2011).
Dari hasil penyelidikan sementara, termasuk pemeriksaan terhadap suami korban, polisi belum dapat menyimpulkan motif di balik aksi nekat tersebut. Polisi menampik adanya dugaan permasalahan keluarga yang dialami korban, karena berdasarkan keterangan sejumlah saksi tidak ditemukan indikasi ke arah tersebut.
"Suaminya cerita, itu tadi korban kan mau ke berangkat ke toko. Setelah disusul kok gak ada ke toko dan ada kabar orang bunuh diri terjun ke Brantas. Setelah suaminya datang ke TKP, dia mengetahui kalau yang bunuh diri istrinya," jelas Dodot.
Untuk mengungkap motif di balik aksi bunuh diri tersebut, Dodot mengaku akan mengintensifkan penyelidikan melalui pemeriksaan ke saksi lainnya. "Keluarga yang lain juga akan kami periksa. Informasinya korban itu kan baru sembuh dan pulang dari rumah sakit, mungkin saja itu ada kaitannya," tandasnya.
Untuk memudahkan pencarian jasad korban, Mapolsek Kertosono akan berkoordinasi dengan Mapolsek lain di jajaran Mapolres Nganjuk. Diantaranya dengan Mapolsek Patianrowo yang menjadi pemangku wilayah sebagian bantaran sungai Brantas.
Sementara informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, aksi bunuh diri yang dilakukan Nurhidayati berlangsung sangat cepat. Korban yang sebelumnya mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berhenti di ujung barat jembatan lama Kertosono, seketika langsung naik ke badan jembatan dan menjatuhkan dirinya ke dalam sungai.
"Sempat awe-awe diluk, tapi gak enek sing wani nulungi (Korban sempat melambai-lambaikan tangannya sebentar, tapi tidak ada yang berani menolong)," ujar Prapto, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.
(bdh/bdh)










































