dr.Hudi Winarso, specialis Andrologi asal RS Baptis Kota Kediri yang masuk sebagai salah satu peneliti bersama sejumlah dokter dari RSU Sutomo Surabaya, RS Dr.Satdjito Yokyakarta dan sebuah rumah sakit swasta di Gresik mengatakan, pengujian klinis pil KB khusus pria tersebut tengah dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
"Pil ini dibuat dengan bahan dasar daun gendarosa, yang memang memiliki kandungan
zat untuk mencegah kehamilan. Jika berhasil ini adalah penemuan pertama di
Indonesia, mungkin juga di dunia," terang Hudi kepada wartawan di tempat kerjanya, Sabtu (26/3/2011).
Hudi menambahkan, pembuatan pil KB khusus pria ini mengadopsi penggunakan daun
gendarosa di pedalaman Papua untuk mencegah kehamilan warga setempat. Uji klinis
yang saat ini tengah dilakukan adalah tahap ke tiga, guna mengetahui batas waktu
kemampuan pencegahan kehamilan saat berhubungan dengan pasangan.
"Sementara, kemampuan daun gendarosa untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seks adalah 12 hari. Sekarang masih disempurnakan lagi dalam uji klinis lanjutan," sambung Hudi.
Yang menarik, lanjut Hudi, dari penelitian juga didapati jika penggunaan pil KB
khusus pria ini tak akan mengakibatkan menurunnya gairah seks. Pria yang mengkonsumsinya dijamin tetap bisa melakukan rutinitas pemenuhan kebutuhan batinnya, tanpa takut pasangannya mengalami kehamilan.
"Jadi tak perlu takut. Catatannya, jika benar diedarkan ini jangan disalah gunakan," pungkas dokter berkacamata minus tersebut.
(gik/gik)











































