Dianiaya, Kusaeni Mengaku Lahir Batin Tidak Dendam

Mantan Drummer Gergaji Tetangga

Dianiaya, Kusaeni Mengaku Lahir Batin Tidak Dendam

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2011 15:30 WIB
Dianiaya, Kusaeni Mengaku Lahir Batin Tidak Dendam
Kediri - Korban penganiayaan dengan menggergaji kepala dan disolder yang dilakukan mantan drummer Children Brother (CB) Band Nungki Manumayasa, mengaku sudah memaafkan pelaku. Meski korban, Kusaeni (51) hingga kini masih merasakan sakit dan perih di luka-lukanya.

Saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Jalan Imam Bonjol Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota, Kusaeni mengaku masih merasakan perih di bibir dan pusing di kepala. Ini karena luka bakar di bibirnya terlihat cukup parah, sementara di bagian kepala terdapat sebuah perban penutup luka akibat digergaji pelaku.

"Nggih niki lek disengol perih, nopo maleh kengeng banyu. (Ya ini kalau disentuh perih, apalagi kalau terkena air)," kata Kusaeni sambil menunjukkan luka di bibirnya, Selasa (22/2/2011).

Pria yang ditinggal istrinya sejak tahun 1996 silam lantas menceritakan kronologis terjadinya penganiayaan. Bermula dari pesta minuman keras bersama temannya bernam Purwanto, Kusaeni lantas mendatangi Azza Musik, studio milik Nungki Manumayasa yang tak jauh dari rumahnya.

Di lokasi tersebut dia mengaku mengamuk, sambil berceloteh layaknya orang kehilangan kesadaran akibat pengaruh minuman keras.

"Nanging kulo boten ngrusak, kulo namun bengok-bengok kalian misuh-misuh. (Tapi saya tidak merusak, saya hanya teriak-teriak sambil berkata jorok (di depan studio))," sambung Kusaeni.

Perbuatan yang dilakukan Kusaeni rupanya mengundang kemarahan Nungki. Dari semula hanya memberi peringatan, Kusaeni mengaku lantas dianiaya. Sambil dipegang erat tangannya, lelaki yang kesehariannya berprofesi sebagi penarik becak tersebut mengaku disolder di bagian mulut dan digergaji kepalanya.

Usai penganiayaan, masih dalam kondisi mabuk Kusaeni lantas pulang ke rumahnya. Tak berselang lama dia didatangi adiknya, yang mengajak meminta pertanggungjawaban ke Nungki. Permintaan tersebut disetujui dan bapak dari 2 orang anak ini diantar ke mantri kesehatan di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota.

Usai berobat Kusaeni kembali ke rumahnya dan sempat tidur. Namun Senin tengah malam dibangunkan polisi dari Polsek Kota Kediri, yang lantas membawanya ke
Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. Tak berselang lama Nungki juga datang dan akhirnya ditahan.

"Lek kulo boten lapor. Nanging adik kulo ingkang muntab. Wong niki negoro hukum, adik kulo nyuwun Mas Nungki niku dicepeng. (Kalau saya tidak lapor. Tapi adik saya yang tidak terima. Orang ini negara hukum, adik saya minta Mas Nungki ditangkap)," jelas Kusaeni.

Meski saat ini proses hukum sudah berjalan, Kusaeni berharap Nungki bisa kembali dilepaskan. Dia mengaku tidak memiliki dendam, karena tak ingin hubungan baik dalam ikatan bertetangga rusak gara-gara kasus tersebut.

"Lahir batin kulo boten dendam. Lek saget ngih Mas Nungki niku dicolken mawon. (Lahir batin saya tidak dendam. Kalau bisa ya Mas Nungki itu dilepaskan saja," tandasnya.

Selain itu dirinya juga iba melihat istri Nungki saat ini sedang hamil anak pertama. Meski bersikukuh tak bersalah karena tak sadar dengan apa yang dilakukan, Kusaeni merasa kejadian itu bermula dari sikap anarkis yang dilakukannya.

"Kulo nggih tasik butuh obat. Menawi Mas Nungki dipenjara, sinten mangke inging
ngobatne kulo. (Saya juga masih butuh obat. Kalau Mas Nungki diperjara, siapa yang nanti mengobatkan saya)," ujar Kusaeni dalam alasan lainnya.

Secara terpisah Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, jika memang korban menghendaki tersangka tidak diproses, hal itu bisa dilakukan. Kasus tersebut diakui bersifat delik aduan, yang bisa dicabut oleh pelapornya.

"Selama pemberkasan belum final, kalau memang korban bisa memaafkan pelaku, ya
kasusnya bisa dihentikan," tegas Surono.

Sebelumnya, mantan drummer Children Brother (CB) Band Nungki Manumayasa, harus berurusan dengan polisi karena melakukan penganiayaan berat terhadap Kusaeni, tetangganya di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Akibat penganiayaan itu korban menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara,
dengan luka robek akibat digergaji di bagian kepala, serta luka bakar di bibir, tangan dan tengkuk akibat disolder.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini