Sering Ganggu Warga, Remaja di Malang Dikurung

Sering Ganggu Warga, Remaja di Malang Dikurung

- detikNews
Rabu, 16 Feb 2011 16:34 WIB
Sering Ganggu Warga, Remaja di Malang Dikurung
Malang - Abdulloh Faqih, seorang remaja berusia 17 tahun warga Jalan dr Soetomo RT 07/RW 03 Desa Codo Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, harus hidup di balik jeruji kayu. Hal ini dilakukan agar tidak menganggu aktivitas warga.

Pasalnya Abdulloh kerap kali menganggu warga, dan tak segan berbuat kasar serta merusak rumah milik tetangga. Banyaknya teguran dari warga, membuat keluarga mengurung sulung dari empat bersaudara ini di sebuah ruangan ukuran 1,5 x 2 meter di sebelah kanan pintu rumah.
 
Pengamatan detiksurabaya.com, Abdulloh masih tampak sehat bugar, meski kondisi
terbatas untuk berinteraksi dengan orang lain. Di dalam ruangan kecil itu, Abdulloh hidup tanpa mengenakan sehelai pakaian. "Tidak mau pakai baju, maunya ya begitu," ujar Ichsan Zamroni adik kandung Abdulloh.

Menurut Ichsan, dirinya tak mengetahui alasan jelas kakak kandungnya dikurung
oleh Usrotul Ulliyah (40), ibunya. Seingatnya, sebelum meninggalnya Muthadin
(45) sang ayah, setahun lalu, kakak kandungnya sudah hidup dalam ruangan
tersebut.

"Saya tidak tahu sakit apa, tapi seringkali ganggu orang, jika dibiarkan keluar. Makanya ibu mengurungnya," ujar Ichsan kini berusia 15 tahun, Rabu (16/2/2011).

Saat ditanya keberadaan sang ibu, Ichsan mengaku, ibunya tengah berada di pasar, untuk bekerja menjual sayuran. Setiap hari, lanjut Ichsan, kakak kandungnya juga diberi makan dan minum oleh ibunya sebelum ditinggal pergi.

Remaja lulusan SMP ini juga harus memilih bekerja, daripada melanjutkan sekolah. Karena untuk membantu sang ibu. "Saya kerja mas, bantu ibu, gak sekolah lagi," tuturnya.

Sementara warga sekitar mengaku, Abdulloh sudah lama hidup d idalam ruangan itu, setelah diduga kuat mengidap gangguan jiwa. "Ya sudah lama mas, diitu. Tapi hebatnya dia masih ingat itu tetangga, meski tidak bisa berbicara lancar,"ungkap Sri Wahyuni (40) warga setempat.

Wahyuni sempat menunjukkan jika dirinya bisa beriteraksi dengan Abdulloh. Dengan syarat harus membawa makanan kecil. "Mari mas saya tunjukkan, dia
(abdulloh,red), pasti senang, kalau dibawakan makanan," kata Wahyuni seraya
mendekati tempat Abdulloh dikurung.

Dibawakan beberapa makanan kecil, Abdulloh langsung memungut makanan tersebut.
Dan memakannya dengan menjauh dari jeruji kayu yang dibuat untuk membatasi
dirinya berhubungan dengan orang luar.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini