Perbaikan ini dilakukan agar tanggu tersebut bisa kembali dipasang gronjong (batu yang ditata dan diberi kawat).
Menurut Humas BPLS Ahmad Khusairi, kejadian longsornya tanggul yang hanya berjarak sekitar 5 meter dari rel kereta api ini tidak bisa diprediksi. Meski begitu, pihaknya akan melakukan penelitian ulang.
"Memang area tanggul titik 21 sering amblas. Namun kita belum berani menyimpulkan amblasan tanggul ini dikarenakan subsidence atau penurunan tanah," kata Khusairi, kepada detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (10/2/2011).
Pihaknya tambah Khusairi, sudah melakukan penanganan awal dengan cara tanggul dibuat miring. Selain itu batu yang digunakan untuk memperkuat tanggul ditata kembali.
Hingga kini ketinggian tanggul penahan lumpur sudah mencapai 11 meter, meski begitu BPLS belum bisa menjamin keamanannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tanggul penahan lumpur Lapindo yang berada di depan SPBU Porong, Sidoarjo, mengalami ambrol. Ambrolan tanah sirtu beserta batu ini mengancam rel kereta api yang hanya berjarak sekitar 5 meter.
(fat/bdh)











































