APBD Distop, Persik Minta PSSI Tanggung Jawab

APBD Distop, Persik Minta PSSI Tanggung Jawab

- detikNews
Sabtu, 22 Jan 2011 00:22 WIB
Kediri - Larangan penggunaan APBD untuk membiayai kehidupan klub membuat banyak tim kelabakan. Persik Kediri salah satunya, yang meminta PSSI ikut bertanggung jawab atas kondisi tersebut dan 'mengancam' menyeberang ke LPI.

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, kemarin kembali menegaskan larangan klub sepakbola menggunakan APBD untuk pembiayaan operasionalnya. Ditargetkan di tahun 2012 tak ada lagi klub yang dapat subsidi dari APBD.

Terkait rencana tersebut, kubu Persik Kediri secara prinsip ikut mendukung. Meski hanya berlaga di Divisi Utama PSSI, Persik melalui manajernya Sunardi, mengaku kalau penggunaan uang rakyat untuk operasional klub tidak semestinya dilanjutkan.

"Seperti Persib Bandung itu lho bagus. Mereka bisa menggalang sponsor dari pengusaha-pengusaha lokal di sana, meski kecil-kecil itu jelas membantu. Dan kami di Persik sekarang sedang berusaha meniru itu," kata Sunardi melalui sambungan telepon, Jumat (21/1/2011).

Meski begitu Sunardi mengaku khawatir jika aliran APBD benar-benar dihentikan akan membuat klub kolaps. Untuk mengantisipasinya, dia meminta PSSI sebagai otoritas sepakbola nasional ikut bertanggung jawab.

"Di Persik misalnya, disini ada pembinaan pemain muda dalam kompetisi internal dan SSB. Kalau klub kolaps, jelas mereka yang di bawahnya ikut kolaps, dan PSSI harus bisa mencegah itu," tegas Sunardi.

Sayang, saat diminta menjelaskan secara rinci permintaan pertanggung jawabannya kepada PSSI, Sunardi belum bisa merumuskan. "Kami masih merapatkan itu dengan semua pengurus. Apapun nanti hasilnya kami akan sampaikan ke PT Liga," ujarnya.

Sunardi menambahkan, apabila upaya permintaan pertanggung jawaban ke PSSI tak membuahkan hasil, Persik tidak menutup kemungkinan akan menyeberang ke LPI. Kesempatan itu masih terbuka, karena masih terdapat satu kursi lowong untuk menggenapi peserta LPI menjadi 20 klub.

"Lobi secara resmi belum. Tapi mereka yang di LPI itu kan juga teman-teman saya, dan kami sudah saling ngobrol. Artinya, jika memang itu tidak memberatkan publik bola Kediri, tidak membebani APBD, bukan tidak mungkin kami bermain di LPI," pungkas Sunardi.

(bdh/bdh)
Berita Terkait