Pengamatan detiksurabaya.com, Kamis (30/12/2010) siang, masih menjumpai warga yang nekat mendekati kawah Bromo dalam radius 1 km. Sayangnya, tidak ada petugas keamanan yang berusaha menghalau.
Salah satunya adalah, Supin (75). Warga Ngadirejo itu nekat menyusuri kaldera atau lautan pasir, dari rumahnya yang berjarak kurang lebih 5 km. Kakek yang bekerja di Perhutani Kecamatan Sumber Probolinggo ini mendekati kawah seorang diri sambil membawa tas kresek berisi hasil bumi, wortel.
Setelah detiksurabaya.com mencoba mengikuti dengan menumpang ojek, ternyata dia hendak melakukan ritual di Watu Balang, sebuah tempat yang dikeramatkan untuk meminta keselamatan, tak jauh dari pura.
Usai melakukan ritual dia menyatakan jika yang terjadi di Bromo adalah hal biasa. Namun meski begitu, dia tetap berharap agar semburan abu tidak berlangsung lama. "Saya mohon keselamatan warga semua kepada Hyang Widhi. Saya percaya yang terjadi sekarang adalah yang terbaik bagi warga sekitar Bromo. Nanti kan tanah-tanah akan subur. Ini ibaratnya pupuk," ujar Supin.
Rumah Supin juga menjadi korban guyuran abu. Dari 12 desa yanga ada, desa Supin merupakan yang terparah, karena banyak rumah tetangganya yang roboh akibat tidak kuat menahan beban abu yang sangat tebal.
Sementara, meski diberikan batas aman dengan radius 2 km, warga Suku Tengger tetap melakukan aktivitas seperti biasa seperti memcari rumput untuk makan ternaknya.
(bdh/bdh)










































