Terungkap rencana Kopilot Flydubai, Hammam Al-Hammami, yang ingin menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv atau ke sebuah gedung bertingkat di Kota Israel tersebut. Ternyata kopilot itu berencana meniru tragedi 11 September 2001 (9/11).
Menurut laporan-laporan itu, warga negara Oman tersebut merupakan ekstremis yang bertindak seorang diri atau "lone wolf". Jaksa Agung Uni Emirat Arab mengatakan kopilot tersebut berupaya melakukan "aksi terorisme" dalam penerbangan FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyerang dan melukai kapten menggunakan kapak darurat yang disimpan di kokpit, sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh para penumpang. Awak lain yang sedang bepergian sebagai penumpang dalam penerbangan itu kemudian berhasil mendaratkan pesawat di Arab Saudi.
Perdana Menteri Israel mengatakan kopilot tersebut telah menjalani "indoktrinasi radikal Islamis", serta menyebut kapten, para penumpang, dan awak kedua berhasil mencegah "bencana seperti 9/11".
Rincian lebih lanjut mengenai kopilot penerbangan Flydubai terungkap pada akhir pekan ketika ia masih menjalani pemeriksaan di Uni Emirat Arab. Perwakilan Israel terus mendapat informasi terbaru mengenai pemeriksaan tersebut.
Media Israel mengutip sejumlah sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut yang mengatakan bahwa kopilot itu mengaku kepada penyidik, setelah menyerang Kapten Smit Machchhar, dia berniat tetap menerbangkan pesawat seperti biasa hingga memasuki wilayah udara Israel dan mendapatkan izin mendarat dari Bandara Ben Gurion.
Menurut laporan tersebut, dia kemudian berencana menabrakkan Boeing 737 MAX, yang membawa lebih dari 180 penumpang, ke bandara atau sebuah gedung bertingkat di pusat Tel Aviv, dengan meniru serangan al-Qaeda pada 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Sumber-sumber tersebut mengatakan kopilot itu kemungkinan besar bertindak sendiri, bukan atas nama organisasi radikal atau pemerintah asing. Kopilot tersebut juga dilaporkan mengatakan kepada penyidik bahwa sebelumnya dia pernah berniat membajak dan menabrakkan pesawat dalam penerbangan lain menuju Tel Aviv, tetapi mengurungkan niat karena mengenal seseorang di dalam pesawat.
Belum ada tanggapan langsung dari pihak berwenang Uni Emirat Arab maupun Israel.
Jaksa Agung UEA Hamad al-Shamsi mengatakan pada Sabtu (3/10) bahwa penyelidikan akan mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, motif, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain dalam insiden tersebut.
Hasil penyelidikan akan diumumkan setelah proses itu selesai.










































