Meski kondisinya seperti itu, aparat kepolisian tidak bisa melarang wisatawan yang menuju ke Bromo. Namun polisi hanya mengingatkan wisatawan untuk membatalkan rencana perjalanannya ke Bromo.
"Kami tidak bisa melarang mereka. Kami cuma bisa mengimbau agar tidak melanjutkan sampai ke atas," kata Kapolres Probolinggo, AKBP Zulfikar Tarius, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (23/12/2010).
Zulfikar menerangkan, kondisi jalan di kawasan Sukapura hingga menuju ke Cemorolang, memang dipenuhi dengan debu abu gunung eksotik di Probolinggo itu. Pihaknya, menilai, kondisi jalan tersebut sangat licin dan membahayakan bagi pengendara.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas dari polsek di tempatkan mulai dari Sukapura hingga ke Cemorolawang, Ngadisari. Petugas, akan menghentikan setiap wisatawan yang akan menuju ke Bromo.
"Kita imbau saja. Kalau masih ngotot, mereka akan kita pantau dari petugas pengamanan tertutup (petugas yang berpakaian preman). Jika terjadi sesuatu, cepat dikabarkan melalui radio atau HT," tuturnya.
Ia mengatakan, sampai saat ini, imbauan yang disampaikannya selalu ditaati oleh
wisatawan yang akan menuju ke Bromo. Bahkan, dirinya juga bersyukur, karena abu yang mengakibatkan jalan licin, juga terjadi di kawasan Sukapura.
"Alhamdulillah mereka mentaati imbauan kita. Setelah kita jelaskan kondisinya, mereka tidak jadi naik," katanya.
Selama operasi tanggap darurat, sebanyak 1 peleton personel polisi dan 1 peleton personel dari TNI masih berada di sekitar lokasi. Sejak hari ini, juga dibantu dengan berdirinya pos Operasi Lilin Semeru 2010 pengamanan Natal dan Tahun Baru,yang terletak di Sukapura.
"Kita selalu mengimbau kepada warga agar selalu menggunakan masker. Kalau lama-lama tidak memkaia masker dan dapat membahayakan kesehatannya, maka akan dievakuasi. Kita juga mengimbau, kalau jumlahnya debu atau pasirnya lebih banyak, diharapkan tidak keluar rumah," jelasnya. (bdh/bdh)











































