Foto : David kristian Irawan (magang)
Minggu, 31 Mei 2026Sebuah ekskavator mini berbasis remote control (RC) bergerak perlahan di atas hamparan serbuk kayu. Tuasnya naik-turun, berusaha mengangkut material kecil ke dalam bak truk mini. Sesekali, muatannya tumpah sebelum sempat dijatuhkan.
Di balik kendali remote control itu, bukan anak-anak yang tengah bermain, melainkan para pria dewasa yang tampak serius. Di antara mereka, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga sempat mencoba permainan yang menyerupai aktivitas pertambangan tersebut. Momen hangat ini tertangkap kamera saat Bahlil sedang mengikuti gelaran Minerba Convex di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (15/10/2025).
“Remotenya yang ini, Pak… dimajuin, Pak, di depanin,” ucap seorang penjaga booth arena permainan alat berat mini sembari memberi arahan singkat kepada Bahlil.
Remote itu berfungsi seperti joystick, cukup lebar untuk digenggam dengan dua tangan. Di bagian atasnya terdapat dua tuas kecil. Bahlil mulai menggerakan jempolnya. Satu tuas ia dorong perlahan untuk menggerakkan badan eskavator, sementara tuas lainnya ia tarik-tekan supaya bucket di ujungnya dapat menyendok serbuk kayu. Tak sampai lima menit Bahlil menyudahi permainannya, seolah ia enggan tenggelam lebih jauh dalam peran yang dimainkan.
Fathul Hadi, salah satu pemilik arena permainan sekaligus penyewaan ekskavator mini berbasis RC bernama Remotopia, turut menyaksikan momen tersebut. “Saat itu, kita diundang untuk acara Kementerian ESDM, tepatnya di Minerba Expo, dan Pak Bahlil langsung bermain di tempat kami. Perasaannya sangat senang Pak Bahlil bisa bermain di tempat kita,” tambahnya.
Fenomena orang dewasa yang kembali memainkan mainan masa kecil ini belakangan meramaikan lini media sosial. Bukan hanya anak-anak, permainan berbasis remote control (RC) seperti mobil beko atau eskavator kini justru digemari kalangan ‘bapak-bapak’. Di sejumlah ruang publik, termasuk saat car free day (CFD), permainan ini menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang rasa penasaran sekaligus nostalgia.
Fathul mengundang detikX melihat kemeriahan lapak Remotopia di salah satu event CFD di Jalan Harapan Indah Boulevard, Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Minggu (17/05) pagi. Di tengah ratusan warga yang tampak memadati sepanjang jalan itu dengan wajah riang, Fathul mendirikan tenda sederhana berukuran 3x2 meter.

Bahlil menikmati permaian remote control eskavator
Foto : Instagram remotopiaofficial
Saat detikX tiba di sana, sejumlah orang tua bersama buah hatinya tengah asyik memainkan eskavator menggunakan remote control. Mereka pun sesekali tertawa lepas bahkan sedikit menggerutu ketika serbuk-serbuk kayu yang mereka angkut tumpah berserakan sebelum sampai ke tujuan.
Dengan nama Remotopia, ‘wahana’ sederhana itu nyatanya bermula dari kerinduan tiga sekawan terhadap mainan-mainan remote control semasa kecil. Menariknya, hal itu menjadi ide mereka untuk membangun usaha sambilan berupa penyewaan mainan eskavator remote control, dari profesi utamanya sebagai guru sekolah dasar (SD) di Bekasi. Berbekal modal awal sebesar Rp5 juta serta 5 hari penuh membangun rangkaian arena. Remotopia akhirnya resmi diluncurkan awal tahun 2025 lalu.
“Dari teman (satu) SMP. Jadi, kita punya ide dari video-video di luar (tentang mainan eskavator menggunakan remote control) dan kita ngumpulin modal (untuk) buka-buka (usaha ini),” ujar Fathul Hadi, salah satu pemilik Remotopia.
Meski baru berusia seumur jagung, Remotopia berhasil dikenal oleh masyarakat luas berkat unggahan video-video di media sosial yang menjadi salah satu ‘senjata’ untuk memperluas pasar. Mereka juga membuka lebar kemitraan melalui tiga paket dengan harga Rp4 juta hingga Rp10 juta. Bahkan, Remotopia mampu menjaring sebanyak 200 mitra di seluruh pelosok Indonesia, termasuk Papua—seperti Nabire dan Timika yang memiliki keterbatasan ruang bermain untuk anak-anak.
“Tentunya ketika usaha ini sudah mulai viral (dan) banyak orang yang suka, kita juga (ikut) senang karena bisa membantu edukasi (kepada) masyarakat bahwasanya banyak usaha atau pekerjaan yang bisa diusahakan dan menghasilkan uang,” ujar Fathul.
Remotopia dapat dijumpai setiap hari Minggu di CFD Transera Harapan Indah, Bekasi mulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB. Serta, terdapat pula di Marakash Square, Kecamatan Babelan, Bekasi setiap Kamis-Minggu mulai pukul 17.00 sampai 22.00 WIB. Dengan total 10-15 unit eskavator RC yang disewakan, pengunjung hanya merogoh kocek mulai dari Rp15 ribu sampai dengan Rp25 ribu untuk bermain selama 15-25 menit.
Selain itu, bagi anak-anak maupun orang dewasa yang masih pemula, petugas Remotopia selalu sigap untuk memandu bagaimana cara-cara mengoperasikan eskavator remote control sebelum bermain di arena yang telah disediakan.
“Ada juga tata cara atau peraturan untuk (pengunjung) bermain (seperti) tidak boleh memasuki arena dan yang lainnya juga. Di sini, ada fitur-fitur (dalam) remote yangtersedia (sehingga) harus digunakan sesuai kegunaan masing-masing,” ujar Fathul.
Kurang lebih empat jam selepas dimainkan oleh pengunjung, Fathul mengaku bisa meraup omset sebesar Rp200-Rp400 ribu setiap kali membuka lapak. Tim Remotopia itu juga langsungmembersihkan serta mengecek kembali kondisi baterai maupun mesin dinamo setiap unit-uniteskavator remote control agar terhindar dari kerusakan.
“Jadi, kalau setelah main, kita bisa langsung membersihkan dan kita ada pengecekan setiap unitnya untuk dinamo dan mesin-mesinnya,” tambah Fathul.
Sambil mengawasi sang buah hati yang tengah asyik memainkan eskavator remote control,senyuman tipis Raihan (30) seperti mengisyaratkan sesuatu. Ternyata, warga asalYogyakarta yang menetap di Mutiara Gading City, Bekasi itu tengah mengenang kembali bagaimana masa-masa kecilnya yang aktif bermain bersama teman di luar ruangan. Sekalipun, di zamannya belum beredar permainan-permainan modernseperti remote control.
“Ikut seneng.Anak seneng, saya (pun) ikut seneng juga ngelihatnya (membayangkan) masa kecilku dulu, ya,” ungkap Raihan kepada detikX.
Raihan mengaku sempat melihat penyewaan mainan eskavator remote control seperti Remotopia di media sosial. Menurutnya, keberadaan mainan-mainan edukatif ini sangat berguna untuk melatih keseimbangan motorik. Apalagi, jika dikemas secara kreatif dalambentuk permainan yang sangat lekat dengan rutinitas anak-anak.
“Di sini, kebetulan remote control-nya juga tidak sekadar cepat, tapi juga (anak saya dilatih) motoriknya banyak seperti gerak, terus (bagaimana) ngambil barang, mindahkanbarang,” tambahnya.
Meski sebetulnya ditujukan bagi anak-anak, Fathul juga mengakui bahwa bisnisnya itu menarik atensi kalangan dewasa untuk bermain eskavator remote control. Sebab, Ia menyadari bahwa usia-usia dewasa juga membutuhkan sedikit hiburan dari rutinitas, serta jauh lebih bermanfaat apabila disalurkan melalui kegiatan yang positif.
“Dan, ada juga yang datang karena penasaran untuk menghibur semasa kecilnya yang belum bisa disampaikan (secara) tersiratnya (dari) mereka masing-masing,” ungkap Fathul.

Para Owner permainan eksavator remote control Remotopia
Foto : Dok. Remotopia
Menariknya, Fathul menceritakan satu pengalaman tak terduga. Yakni, ketika salah satu pengunjung Remotopia tertarik untuk membeli satu set mainan eskavator remote control sebagai oleh-oleh di rumah.
“Ada salah satu customer kita bapak-bapak, awalnya dia ingin coba (karena penasaran) sampai benar-benar mencoba dan menyewa RC kami. Bahkan, sampai minta kontak kami (untuk) membelinya,” tambahnya.
Melihat tingginya animo masyarakat terhadap permainan remote control, Fathul menuturkanlangkah ke depan dengan mencari investor-investor untuk ikut mengembangkan Remotopia. Serta, Ia berharap agar permainan seperti ini mampu meminimalisir ketergantungan anak-anak terhadap gawai.
“Adanya permainan ini kita berharap terutama market utama kami anak-anak bisa menjauhi handphone atau kecanduan dari gadget. Kitaberharap masih banyak yang minat untuk bermain dengan RC (remote control),” pungkas Fathul.
Fenomena orang dewasa, bahkan dari anak-anak sampai pejabat seperti Bahlil, yang tertarik pada permainan miniatur alat berat seperti excavator remote control sebenarnya punya pijakan dalam kajian ilmiah tentang adult play oleh Stuart Brown. Dalam bukunya Play: How It Shapes the Brain, Opens the Imagination, and Invigorates the Soul (2009), psikiater Amerika Stuart Brown menjelaskan bahwa bermain tidak berhenti di masa kanak-kanak.
Ia menyebut, ‘play is a state of mind that one has when absorbed in an activity that provides enjoyment and a suspension of time.’ Artinya, aktivitas seperti memainkan excavator RC bisa membawa sensasi fokus, rileks, sekaligus kesenangan yang mendalam mirip kondisi “flow”.
Brown juga menyebut bahwa bermain tetap menjadi kebutuhan sepanjang hidup karena memberikan ‘sense of mastery’ atau rasa menguasai sesuatu. Dalam konteks miniatur tambang RC, pengalaman mengendalikan alat berat di dunia kecil ini menjadi bentuk simulasi kontrol yang memuaskan, sebuah ruang di mana kompleksitas dunia nyata dipadatkan menjadi sesuatu yang bisa diatur sepenuhnya di ujung jari.
Reporter/Penulis: David Kristian Irawan (magang)
Editor: Melisa Mailoa
Desainer: Fuad Hasim