Puluhan polisi dari Sat Brimob Polda Jatim masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. Dari pengamatan detiksurabaya.com di lokasi, sedikitnya satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimob dari wilayah Malang dan Polres Pasuruan tampak berjaga-jaga di lokasi.
Sebagian dari personel juga sedang sibuk membersihkan puing-puing kaca dan
genting serta barang-barang inventaris yang dirusak massa.
"Kita akan tetap di sini sampai susana kondusif," kata komandan kompi, AKP Ilham kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (22/12/2010).
Sejak peristiwa penyerangan yang dilakukan massa ke markas Polair dan tiga bangunan lainnya di kompleks Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (21/12/2010) secara bergantian personel dari Sat Brimob Polda Jatim menjaga lokasi. Itu dilakukan untuk menjaga segala kemungkinan buruk yang terjadi.
"Kami mengganti personel (Brimob) dari Polda," sambung Ilham.
Pergantian personel itu akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar kondusif karena mungkin saja massa akan datang lagi. "Kami tidak mau kecolongan lagi," pungkas Ilham.
Seperti diberitakan, sekitar 500 massa marah dan menyerang markas Polairud
Pasuruan. Tak hanya itu, massa yang kalap merusak tiga bangunan yakni gedung Unit Pengelolah Pelabuhan dan Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur, Aula Pertemuan dan sebuah mushola.
Penyerangan itu diduga dipicu dua nelayan, Shodiq dan Abdru Rokim yang diamankan setelah menangkap ikan dengan pukat harimau atau minitrawl di Perairan Lekok tadi pagi pukul 00.06 WIB.
(fat/fat)










































