Ikuti Sanksi AS, Uni Emirat Arab Larang Maskapai Iran Beroperasi

Ikuti Sanksi AS, Uni Emirat Arab Larang Maskapai Iran Beroperasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 01:02 WIB
FILE - In this Dec. 11, 2019, file photo, an Emirates jetliner comes in for landing at the Dubai International Airport in Dubai, United Arab Emirates. Two passenger jets from low-cost carrier FlyDubai and Bahrain-based Gulf Air collided with each oth
Foto: AP Photo/Jon Gambrell, File
Jakarta -

Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai Iran dari dan menuju negara tersebut. Kebijakan itu mulai berlaku Kamis (24/9) dan disebut berkaitan dengan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sektor penerbangan Iran.

Dilansir AFP, Kamis (24/9/2026), Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) menyatakan penerbangan maskapai Iran ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan tersebut, menurut GCAA, diambil berdasarkan larangan AS terhadap maskapai-maskapai Iran untuk menggunakan bandara di berbagai negara di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"General Civil Aviation Authority mengumumkan penangguhan seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai Iran menuju dan dari UEA," demikian pernyataan yang disampaikan melalui kantor berita resmi UEA, WAM.

ADVERTISEMENT

Dubai selama ini menjadi salah satu tujuan penting bagi maskapai Iran. Kota tersebut memiliki komunitas warga Iran yang besar serta hubungan bisnis yang erat dengan Iran.

Sejumlah negara lain juga telah menghentikan atau membatasi penerbangan maskapai Iran setelah AS memperketat sanksi terhadap sektor penerbangan Iran. Namun, sejumlah rute masih tetap terbuka, termasuk penerbangan menuju China dan Armenia.

Dampak penghentian penerbangan tersebut sudah terasa pada Kamis pagi. Salah seorang penumpang mengatakan kepada AFP bahwa penerbangan Iran Airtour dari Teheran menuju Dubai dibatalkan sesaat sebelum jadwal keberangkatan, meskipun tiket telah diterbitkan.

Bandara Dubai selama ini juga menjadi salah satu titik transit bagi penumpang Iran yang melakukan perjalanan ke Eropa, Asia, maupun Afrika.

Sanksi AS

Langkah UEA tersebut terjadi setelah AS pada awal September menjatuhkan sanksi terhadap sektor penerbangan Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya memperingatkan bahwa maskapai Iran akan menghadapi pembatasan operasional secara global mulai 23 September. Perusahaan yang tetap memberikan layanan kepada maskapai Iran, seperti pengisian bahan bakar atau layanan di bandara, dapat menghadapi risiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

Sejumlah maskapai Iran kemudian membatalkan penerbangan internasional setelah negara-negara di kawasan menerapkan pembatasan.

AFP melaporkan Georgia dan Azerbaijan telah mengonfirmasi penghentian penerbangan, sementara sejumlah rute menuju Baghdad, Muscat, dan Qatar juga dilaporkan dihentikan. Di sisi lain, penerbangan menuju beberapa negara, termasuk China, masih beroperasi.

Turkmenistan juga pada Kamis menghentikan sebuah penerbangan dari Teheran menuju Dushanbe. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran Majid Akhavan mengatakan penerbangan tersebut dikembalikan karena Turkmenistan tidak memberikan izin bagi maskapai Iran untuk beroperasi.

Meski tekanan sanksi meningkat, sejumlah maskapai kecil Iran masih menjalankan penerbangan internasional, terutama menuju China yang tidak mengikuti tekanan AS, serta Armenia.

Iran memiliki hampir 30 maskapai, meskipun sebagian besar melayani penerbangan domestik dan regional. Iran Air sebagai maskapai nasional Iran dan Mahan Air menjadi dua maskapai terbesar untuk penerbangan internasional.

UEA Juga Batasi Transaksi Bank Iran

Penghentian penerbangan tersebut terjadi sehari setelah Bank Sentral UEA mengambil tindakan terhadap cabang Bank Melli Iran yang beroperasi di negara tersebut.

Bank sentral UEA melarang seluruh cabang Bank Melli Iran melakukan transaksi keuangan dari dan menuju Iran, termasuk pembiayaan perdagangan dan transfer dana.

Menurut Bank Sentral UEA, langkah itu diambil setelah ditemukan pelanggaran terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku, termasuk regulasi terkait pemberantasan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi.

Sementara itu, otoritas penerbangan UEA menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kebijakan tersebut hingga lalu lintas penerbangan antara UEA dan Iran kembali normal.

(azh/idn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini