Arif Bahtiar, salah satu warga Desa/Kecamatan Kapas mengaku sudah mengantre
selama dua jam baru mendapatkan bensin untuk sepeda motornya. Padahal,
salesman ini mestinya harus bekerja ekstra lantaran dikejar target dari kantornya.
"Dua jam saya mengantre baru bisa dapat bensin. Padahal, saya ini kerja dikejar-kejar target oleh kantor. Jika seperti ini terus, jelas masyarakat sangat dirugikan," kata Arif saat keluar dari SPBU Desa Kalianyar.
Dari pantuan di lapangan, antrean semakin mengular di SPBU Kalianyar dan SPBU Balen. Sementara di beberapa SPBU lainya, seperti SPBU Jalan Veteran, SPBU Jetak dan SPBU Ngorowo sudah kehabisan stok sejak Senin malam.
Hingga pukul 14.00 WIB, antrean terlihat semakin panjang di sejumlah SPBU yang masih memilki stok bensin di Bojonegoro terlihat diserbu masyarakat. "Saya sudah keliling ke beberapa SPBU, semuanya habis. Karena itu, meskipun sekarang harus ngantri saya rela untuk mendapatkan bensin," ujar Yakub, warga Desa/Kecamatan Trucuk.
Minimnya stok BBM ini ternyata akibat program pemerintah untuk mengurangi
subsidi BBM. Menurut beberapa petugas SPBU di Bojonegoro, sejak beberapa
hari lalu jatah BBM yang dikirim oleh pertaminya jumlahnya dikurangi.
"Sudah beberapa hari ada pengurangan jatah BBM ke SPBU. Karena itu, terjadi
kelangkaan seperti ini. Ini terkait program pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM," jelas Syaichuzen, petugas SPBU Jetak.
(fat/fat)











































