Sumpah Pemuda di Sumenep Dikepung Demo Empat Titik

Sumpah Pemuda di Sumenep Dikepung Demo Empat Titik

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2010 09:52 WIB
Sumenep - Peringatan hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan sebagian masyarakat Sumenep, Madura menggelar demo. Para pendemo terdiri dari empat elemen itu menggelar aksi di beberapa tempat, salah satunya kantor Bupati Sumenep, Jalan Dr Cipto.

Demo di depan pintu masuk kantor bupati yakni dari PMII Sumenep. Mereka menuntut keterbukaan kepemimpinan bupati baru, A Buya Busro Karim dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan mampu menterjemahkan kebutuhan masyarakat Sumenep.

"Saya menuntut janji-janji bupati baru agar program mensejahterakan rakyat Sumenep segera terealisasi," teriak koorlap aksi PC PMII Sumenep, Adi Purnomo, di depan pintu masuk kantor Bupati, Jalan Dr Cipto, Kamis (28/10/2010).

Aksi serupa juga berlangsung di Balai Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Sekitar 500 orang pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (API) membeber berbagai macam tulisan tentang NKRI yang amburadul.

Bencana dan dugaan tindak pidana korupsi merajalela di mana-mana. Sehingga, meminta pemimpin negara Indonesia dari daerah hingga pusat serius mengurusi persoalan rakyat.

Berbeda dengan demo di Kepulauan Arjasa. Massa yang tergabung dalam Peduli Kangean menggelar demo ke Kantor Kecamatan Arjasa dan dilanjutkan ke Kantor PLN di Batuguluk, Kangean.

Koorlap aksi Peduli Kangean, Sumenep, Ainur Hasin mengaku kecewa dengan pelayanan PLN yang selama ini sering padam. Bahkan, hampir setiap hari terjadi pemadaman, sehingga warga Arjasa dan Kangean pada umumnya sangat dirugikan.

"Pelayanan PLN sangat mengecewakan," tegas Ainur Hasin saat dihubungi
detiksurabaya.com via telepon selulernya.

Sementara pergerakan mahasiswa lain juga menggelar demo dengan tuntutan berbeda. Mereka menuntut perberdayaan pemuda Sumenep yang selama ini selalu dikesampingkan. Bahkan, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumenep ini juga akan menyerahkan kado pada bupati Sumenep, A Buya Busro Karim.

Kado yang dibungkus dengan kardus tersebut berisi aspirasi warga Sumenep yang
digalang di atas kain putih pada saat pelantikan bupati, Senin (25/10/2010) lalu.

Pendemo memaksa masuk kantor bupati dan meminta bupati menemui mereka.
Massa sempat mendorong pagar besi dipintu masuk kantor Bupati. Peserta aksi yang menggunakan kendaraan roda dua tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Dr Cipto. (fat/fat)
Berita Terkait