akan berdampak pada sang bupati.
Menurut cerita atau rumor yang berkembang, perubahan pada sisi bangunan tengah mempunyai ruangan cukup besar pernah dilakukan. Tapi rencana itu gagal, setelah sang bupati meninggal dunia. Padahal bupati saat itu baru menjabat selama satu tahun.
"Jika dilawan atau tidak percaya, maka nyawa taruhannya, dan itu terbukti kepada salah satu bupati yang pernah menjabat, sebelum masa jabatannya berakhir bupati itu meninggal," kata Pengamat Budaya dari Kota Malang, Wahyu Widayat saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (19/10/2010).
Kekeramatan dan aura mistis dari kamar itulah diduga menjadi salah satu penyebab bupati tersebut meninggal. Tapi semuanya tak lepas atas kuasa sang Ilahi. Wahyu mengungkapkan secara tidak langsung dan mau tidak mau, bupati terpilih yang memimpin Kabupaten Malang, harus mewarisi dan menghormati peninggalan
bupati sebelumnya. "Jika menolak, sudah ada contohnya," ungkapnya.
Rumor itu juga dipercaya kalangan masyarakat, baik di lingkungan Pemkab Malang maupun warga Kota Malang. Kematian bupati karena menolak untuk melestarikan
budaya serta kepercayaan bupati sebelumnya. "Mitosnya seperti itu, karena menolak untuk menghormati fungsi serta apa yang ada di dalam kamar tersebut," tuturnya.
Menurut Wahyu bukan semata-mata harus melakukan hal sama dengan bupati sebelumnya yang mengandalkan kesakralan dari rumah dinas serta kamar itu. Tapi
sebagai penerus harus menghormati apa yang telah dijalani leluhur. Dan jika ditolak akan berakibat fatal pada dirinya.
"Itu memang terjadi secara tidak langsung, antara percaya dan tidak percaya," tandas Wahyu.
(wln/wln)











































