Teman baru itu diketahui bernama Hari Imam Syafii (34), warga Perumahan Migas, Kabupaten Cepu, Jawa Tengah. "Saya kenal dia awalnya lewat chating di Facebook. Setelah itu, kami beberapa kali ketemuan hingga hubungan kami semakin dekat," kata Intan, saat melaporkan kejadian ini ke Polres Bojonegoro, Minggu (26/902010).
Tak hanya ketemuan di Cepu dan Bojonegoro, Intan bersama Hari juga pernah jalan-jalan bersama sampai ke Surabaya. "Awalnya sih hanya bertemu di Cepu dan Bojonegoro. Setelah itu, kami sempat pergi jalan-jalan Surabaya untuk berbelanja," sambungnya.
Kemudian, hubungan mereka pun terus berlanjut. Hingga pada 8 September 2010 lalu, Hari tiba-tiba menemui Intan dengan dalih butuh bantuan pinjam uang guna keperluan pekerjaanya di Cepu. Karena tak punya uang, Intan pun menyerahkan laptop merek Acer kesayanganya untuk dijual dan uangnya dipinjam oleh Hari.
"Laptop dijual laku Rp 3,8 juta. kemudian uangnya dibawa oleh dia," ungkap mahasiswi apes ini.
Sejak kejadian itu, Hari tak lagi bisa dihubungi. Beberapa kali ditelepon juga tidak pernah diangkat. Karena itu, Intan tersadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Dan akhirnya, dia mendatangi Polres Bojonegoro untuk melaporkan kejadian ini.
Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP MT Ariyadi menjelaskan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban. Setelah itu, pihaknya berusaha mencari keberadaan pelaku.
"Dan kita juga mewanti-wanti kepada masyarakat, agar jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Sebab, resiko seperti ini sudah sering terjadi dimana-mana," katanya.
(bdh/bdh)











































