Devi putri pasangan Jatimin (45) dan Siti Khodijah (43), warga Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Devi yang lulusan SMKN ini rencananya akan melangsungkan pernikahannya pada hari ini, Jumat (24/9/2010).
"Iya, dia adalah anak saya, dia akan menikah pada hari ini," kata Jatimin (45) ayah korban dengan mata masih lebam oleh air mata kepada detiksurabaya.com di rumahnya.
Terungkapnya identitas mayat perempuan itu bermula saat Jatimin melaporkan anaknya tidak pulang selama 3 hari ke polisi. "Polisi langsung membawa saya ke Malang," tuturnya
Kedatanganke Rumah Sakit Syaiful Anwar untuk melihat jenasah wanita yang ditemukan di Dusun Pandelekan, Desa Raci, Kecamatan Bangil, Pasuruan. Tak disangka, dugaan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya memang benar. Jatimin dan istrinya pun langsung menangis menyadari bahwa jenazah itu adalah anaknya.
"Dia sebenarnya menikah hari ini kasihan dia," ungkap Jatimin.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKBP Indra Mardiana memperkirakan bahwa Devi adalah korban pembunuhan. Pihaknya sedang melakukan penyidikan. "Devi adalah korban pembunuhan," tandasnya.
Mayat Devi ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput. Saat ditemukan, mayat yang masih mengenakan jilbab warna hitam itu sudah dalam keadaan telanjang pada Selasa (21/9/2010).
(wln/wln)











































