Waspadai 3 Blank Spot di Trenggalek

Mudik Lebaran 2010

Waspadai 3 Blank Spot di Trenggalek

- detikNews
Jumat, 03 Sep 2010 14:55 WIB
Waspadai 3 Blank Spot di Trenggalek
Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengimbau pemudik yang melintas di wilayahnya mewaspadai 3 blank spot. Dengan karakteristik yang berbeda-beda, 3 titik itu dianggap sangat rawan kecelakaan.

Blank spot pertama yang diminta diwaspadai berada di pintu masuk Kabupaten
Trenggalek dari arah Tulungagung, tepatnya di sepanjang jalur antara Desa Baruharjo-Durenan. Karakteristik titik tersebut memiliki jalan lurus dan beraspal sempurna, yang tak jarang menjadikan pengguna jalan lalai hingga berujung pada terjadinya kecelakaan.

Titik kedua di jalan penghubung Desa Bulu Agung dengan Nglingis, pintu keluar menuju Kabupaten Pacitan. Kondisinya yang berkelok-kelok dengan karakteristik pegunungan, diminta diwaspadai oleh pengguna jalan.

"Di jalan penghubung Bulu Agung-Nglinggis, selain sempit jalannya juga berkelok-kelok. Selain itu di sisi kiri jalur tersebut terdapat jurang, sementara sisi kanannya tebing," kata Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yoso Miharjo kepada
detiksurabaya.com saat dihubungi, Jumat (3/9/2010).

Untuk blank spot terakhir yang diminta diwaspadai berada di jalur antara Kecamatan
Kampak dengan Munjungan. Lokasinya yang merupakan kawasan perbukitan, diperparah dengan kondisi aspal yang rusak berat.

"Untuk perbaikan jalur Kampak-Munjungan sampai sekarang masih dikerjakan. Harapan kami, H-3 sebelum lebaran bisa selesai dilakukan," imbuh Yoso.

Untuk mengatasi kerawanan kecelakaan yang muncul di daerahnya, Yoso juga mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian. Hasilnya 5 Pos Komando Takltis (Poskotis) pengamanan mudik balik didirikan, diantaranya di Kecamatan Durenan, Gandusari dan Jarakan.

Selain mendirikan 5 Poskotis, Pemkab Trenggalek juga menyiagakan sejumlah alat berat. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor di sejumlah titik yang berada di kawasan perbukitan.

"Untuk alat berat tidak kami siagakan di lokasi rawan, tapi tetap di kantor satuan
kerja masing-masing. Jika setiap saat dibutuhkan siap diberangkatkan," tandas Yoso.

(fat/fat)
Berita Terkait