Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, pendirian Poskotis
tahun 2010 hanya dilakukan di 5 titik. Masing-masing di area Simpang Lima Gumul
(SLG), Terminal Pare, Simpang Empat Kandangan, Persimpangan Mengkreng dan Papar. Untuk jalur selatan yakni di depan PG Ngadirejo yang menghubungkan Kediri -
Tulungagung, serta jalur Kediri - Nganjuk di sebelah barat.
Namun untuk tahun ini tidak didirikan Poskotis, dengan alasan tidak rawan kemacetan.
"Iya, memang benar Poskotis tahun ini hanya didirikan di 5 titik. Ini merupakan
kesepakatan dengan Polres Kediri, dengan alasan tahun ini pengamanan lebih
ditekankan pada penanganan kemacetan," jelas Kabag Humas Pemkab Kediri Eko Setiyono, saat ditemui detiksurabaya.com seusai rapat koordinasi pengamanan arus mudik - balik, Jumat (3/9/2010).
Eko menambahkan, dalam pelaksanaan pengamanan pihaknya akan menerjunkan 4 staf Dinas Perhubungan masing-masing di tiap Poskotis dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan. "Sistemnya shift, masing-masing 2 orang dalam setiap jadwal pengamanan," imbuhnya.
Tak adanya Poskotis di jalur selatan dan barat Kabupaten Kediri juga dibenarkan
Wakapolres Kediri Kompol Arnapi. "Ini instruksi dari Polda, agar bagaimana kamacetan yang biasa muncul dalam pelaksanaan arus mudik dan balik bisa dengan cepat terurai. Dalam pengamanan kami, di jalur selatan dan barat tidaklah rawan macet," tegas Arnapi.
Ditanya kondisi rawan kecelakaan di 2 jalur tersebut, Arnapi membenarkan. Meski demikian pihaknya menganggap keberadaan sejumlah Mapolsek di jalur tersebut bisa mengatasi. "Ada 2 polsek di jalur selatan dan 3 polsek di jalur barat. Meski tanpa pos pengamanan, kami pikir petugas di polsek bisa menekan kemungkinan tingginya angka kecelakaan," tandasnya.
(fat/fat)










































