"Kejadian ini sudah kedua kalinya," kata Humas BPLS, Zulkarnain, kepada detiksurabaya.com, di lokasi semburan, Sabtu (21/8/2010).
Zulkarnain sendiri saat ini sudah memerintahkan ketiga kapal keruk itu dievakuasi agar tidak tercebur ke lumpur. Operator ekskavator saat ini tengah berusaha menarik ketiga kapal keruk itu. Jika upaya itu tak berhasil, maka kemungkinan akan didatangkan crane besar.
Zulkarnain mengatakan bahwa fungsi kapal keruk sangat penting, karena jika tidak
difungsikan maka volume lumpur akan bertambah. Dan akibatnya bisa membahayakan
tanggul-tanggul di sekitar bubble utama.
Sampai kini, elevasi tanggul terendah dengan ketinggian 8-9 meter berada di titik 21 - 35, mulai dari desa Jatirejo hingga Desa Panjarakan. Tanggul-tanggul tersebut masih dalam proses peninggian hingga 11 meter.
"Volume lumpur belum membahayakan titik-titik tanggul itu karena volume semburan
yang keluar kecil," tandas Zulkarnain.
(bdh/bdh)










































