Peristiwa itu terjadi, Kamis (19/8/2010) siang, ketika korban dalam perjalanan menuju gereja berada di Jalan Selat Karimata Perum Sawojajar I, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Seorang pengendara mendekati motor yang dikendarai pasutri warga Jalan Maninjau Raya Blok G4B26, Perum Sawojajar ini, kemudian secara cepat pelaku merampas tas warna hitam diselipkan di bawah stir. Tak lama kemudian, pelaku kembali memukulkan tas ke arah korban dan menendang motor mereka. Akibatnya, motor yang dikendalikan korban oleng hingga terjatuh.
Posisi jatuh ke arah belakang dan membentur aspal jalan karena tidak mengenakan helm, mengakibatkan jenderal purnawirawan itu luka parah di bagian kepala. Mantan Ketua Presmanvet Jakarta ini tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah istrinya meminta pertolongan warga.
"Kejadiannya begitu cepat, para pelaku kemudian kabur. Mereka mengembalikan tas kami, mungkin karena hanya berisi alkitab," ungkap Bingah (70), istri korban ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (20/8/2010).
Kejadian itu juga mengakibatkan ibu empat anak ini mengalami luka memar di bagian perut dan lecet di bagian siku sebelah kiri setelah terjatuh dari motor.
Alumnus Kowad angkatan pertama ini mengaku, karena jarak gereja dengan rumah mereka hanya sekitar 1 kilometer, sepeda motor menjadi alternatif transportasi. Tidak hal mencurigakan mulai mereka berangkat dari rumahnya. "Kalau menguntit dari rumah saya tidak tahu, karena tiba-tiba mereka muncul dari belakang," ujarnya.
Mengira Pelaku Akan Tanya Alamat
Tak pernah terbesit oleh Bingah bersama korban merupakan salah satu perintis sekolah taruna TNI AD di Magelang bersama Jenderal (Purn) L.B. Moerdani ini
menjadi korban penjahat jalanan.
Karena hanya mengincar tas warna hitam di bawah mereka berisi uang, padahal tas tersebut berisi sebuah alkitab. Padahal sebelumnya, nenek 9 cucu ini mengira para pelaku hendak menanyakan sebuah alamat kepada mereka, hingga nekat mendekati motor yang tengah dikendarai suaminya itu.
"Saya kira mereka mau tanya alamat, kok mendekat waktu itu. Ternyata langsung merebut tas dan menedang kami," tuturnya.
Seraya mengingat peristiwa itu. Begitu cepat peristiwa itu membuat keduanya tak berdaya dan tak sempat meminta pertolongan warga sekitar. "Sangat cepat sekali kejadiannya, hingga saya panik. Terlebih melihat bagian kepala suami saya mengeluarkan darah," tuturnya.
Hanya sorot kedua mata para pelaku hingga kini masih teringat di benak Bingah. Karena pada saat kejadian dirinya sempat melihat dari dekat wajah para pelaku.
"Saya masih ingat sorot matanya, kalau usianya sekitar 30 sampai 35 tahun," ungkapnya. (wln/wln)










































