"Saat itu sedang ngisi materi strategi belajar di perguruan tinggi, ngisi sudah 3/4 jam kurang sekitar 15 menit, tiba-tiba gemetar dan jatuh," kata Fitriana Mayasari, panitia PK2 FTP Unej.
Saat jatuh, sejumlah panitia segera membopongnya ke ruang kesehatan. Panitia juga memanggil petugas dari Fakultas Kedokteran yang kampusnya berdekatan dengan FTP.
Sayangnya saatpanitia menghubungi Unej Medical Centre, tidak ada sopir yang bisa mengantarkan ambulans ke fakultas tersebut, padahal saat itu Supriyanto telah tidak sadarkan diri.
"Akhirnya dengan mobil fakultas dibawa kesini dan sampai Medical Centre, dinyatakan sudah meninggal," imbuh Fitri.
Humas Unej Iim Fahmi Ilman menambahkan, Supriyanto memang mempunyai penyakit jantung. Diduga kuat, penyakitnya kambuh saat mengisi acara itu.
"Beliau memang mempunyai riwayat jantung," kata Iim. Setelah diperiksa di Medical Centre, jenazah Supriyanto dibawa ke rumah duka di jalan Manggis Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang.
(bdh/bdh)











































