"Buruknya kualitas sepatu dan seragam itu sangat memalukan karena menyangkut
kepentingan negara," kata Bupati Ratna dengan nada tinggi, saat dikonfirmasi seusai mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden di gedung DPRD Banyuwangi, Senin
(16/8/2010).
Dia mengaku akan memanggil secepatnya Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat yang bertanggung jawab terhadap hal itu. Seharusnya, kantor Kesbang menolak barang dari rekanan jika tidak sesuai dengan spesifikasi.
"Kalau tidak mampu kenapa harus diterima?! Jangan main-main, itu kan prestasi
namanya," sesal Bupati Ratna, masih dengan nada tinggi.
Bupati Ratna mengaku, mendapat laporan itu dari Kordinator Paskibraka yang juga Komandan TNI AL Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel Laut Pelaut, Nurokhman. Bupati Ratna meminta semua permasalahan itu harus segera diperbaiki.
Sementara Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Abdullah, enggan menyebutkan nama rekanan penyedia sepatu dan seragam bermasalah itu. Awalnya, Abdullah juga sempat membantah terkait jebolnya sepatu Paskibraka. Namun bantahan itu diralatnya sendiri setelah ia menyebutkan nilai anggaran untuk sepatu dan seragam Paskibraka.
"Anggarannya kurang dari Rp 50 juta. Nama rekanan saya lupa, nanti saya tanyakan ke staf," jelas Abdullah kepada wartawan. (fat/fat)










































