Singapura Pertimbangkan Usut Perusahaan di Balik Karhutla Pemicu Asap

Singapura Pertimbangkan Usut Perusahaan di Balik Karhutla Pemicu Asap

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 16 Okt 2026 13:04 WIB
Asap karhutla dari Indonesia selimuti Singapura (Foto: REUTES/Kokkai Ng)
Asap karhutla dari Indonesia selimuti Singapura (Foto: REUTES/Kokkai Ng)
Singapura -

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia hingga menyebabkan kabut asap menyelimuti negaranya. Dia mengatakan Singapura akan menggunakan UU Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas.

"Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) Singapura, serta menjajaki langkah bersama dengan negara-negara lain," tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (16/10/2026).

Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas, yang mulai berlaku pada September 2014, memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab menyebabkan atau berkontribusi terhadap polusi kabut asap di Singapura. Langkah hukum itu tetap bisa dilakukan kegiatan perusahaan tersebut berlangsung di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wong mencatat situasi kabut asap kali ini diperburuk oleh periode musim kemarau yang berkepanjangan. Dia mengatakan Singapura telah menawarkan bantuan kepada Indonesia dan akan terus bekerja sama secara erat dengan Indonesia serta mitra-mitra lain di ASEAN untuk menangani masalah kabut asap.

Kualitas udara di Singapura memburuk secara drastis pada Rabu lalu dengan tingkat PM 2.5 per jam di wilayah barat mencapai 288 pada pukul 15.00 waktu setempat. Itu merupakan angka tertinggi yang tercatat di Singapura sejak 2015.

ADVERTISEMENT

Indeks Standar Polusi (PSI) 24 jam juga mencapai puncaknya di angka 212 di wilayah barat pada hari Kamis juga menjadi rekor tertinggi baru bagi Singapura tahun ini. Kini, pemerintah Singapura telah menyalurkan bantuan Masker N95 dan masker yang setara kini secara gratis kepada warga Singapura yang rentan. Sementara, tempat berlindung berpendingin udara (AC) telah disediakan di pusat-pusat komunitas (community clubs) serta di lokasi-lokasi tertentu yang dikelola oleh jaringan warga dan komite warga setempat.

"Kami akan memastikan dukungan tersedia bagi mereka yang membutuhkannya," ujar Wong.

"Kita tidak bisa mengendalikan cuaca atau angin, ataupun apa yang terjadi di luar perbatasan kita. Namun, kami akan melakukan segala upaya untuk melindungi warga Singapura, sembari bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menangani akar penyebab kabut asap tersebut," tambahnya.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, mengatakan Singapura tetap membuka opsi untuk mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas. Dia mengatakan Singapura terus mengumpulkan dan meninjau data mengenai situasi kabut asap tersebut.

Fu juga berharap Indonesia mampu mengendalikan kebakaran tersebut meskipun menghadapi kondisi cuaca yang menantang, seraya menambahkan bahwa tawaran bantuan dari Singapura tetap terbuka.

"Tawaran bantuan kami tetap ada, dan kami dengan senang hati akan mendiskusikannya dengan pihak terkait jika mereka menginginkannya," ujarnya.

Simak juga Video 'BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta':

Halaman 2 dari 2
(haf/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini