Korban Bunuh Diri Dapat Bantuan Advokasi

Ibu Ajak 2 Anak Bunuh Diri

Korban Bunuh Diri Dapat Bantuan Advokasi

- detikNews
Rabu, 04 Agu 2010 16:09 WIB
Korban Bunuh Diri Dapat Bantuan Advokasi
Lumajang - Insiden bunuh diri minum racun tikus seorang ibu mengajak 2 anaknya, Ny Reni Yuliana (32) asal Dusun Bedok, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Lumajang, menjadi perhatian pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Sejumlah pengurus P2TP2A menyambangi korban di ruang Melati 6 RSU dr Haryoto Lumajang dan seorang penyidik Polres Lumajang, AKP Dwi Miyarsi. Korban pun menceritakan ikhwal bunuh diri yang mengajak anaknya, Feby (6) dan Rara (3).

Dirinya dibebani utang yang jumlahnya banyak mencapai Rp 10 juta lebih ke sejumlah pihak di kampungnya. Apalagi sebelumnya dirinya gali lubang tutup lubang. "Saat itu saya tidak memiliki uang. Rasanya ingin bayar utang tapi tidak mampu. Apalagi utang itu jatuh tempo hingga saya gelap mata lalu nekat saja bunuh diri," katanya dengan sesunggukan, Rabu (4/8/2010).

Dirinya mengaku takut dengan suami jika mengetahui beban utangnya mencapai Rp 10 juta. "Saya takut sama suami, karena saat mengambil hutang tidak pernah ngomong. Akhirnya, saya jadi bingung hingga gelap mata begini Bu," jelas Ny Reni.

Sementara pihak P2TP2A menyerahkan sejumlah uang untuk menutupi utangnya dan dipergunakan sebaik-baiknya. Uang bantuan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris P2TP2A, Suherwati.

"Persoalan ini bukan hanya sekedar dilatar-belakangi faktor ekonomi saja. Untuk itu, P2TP2A akan menghimpun keterangan yang cukup terhadap pihak keluarga, sebelum menyimpulkan. Kita juga akan memberi advokasi dalam peristiwa ini. Apalagi telah melibatkan dua anak yang berniat dibunuh oleh ibunya dengan jalan diracuni," tambah Suherwati.

Sebelumnya, seorang ibu, Ny Reni Yuliana (32) nekat bunuh diri minum racun tikus sebanyak 10 bungkus dan mengajak 2 anaknya, Feby (6) dan Rara (3), Selasa (3/8/2010). Beruntung peristiwa itu diketahui anak sulungnya yang baru pulang sekolah. Mereka segera dibawa ke RSU Dr Haryoto Lumajang.

(fat/fat)
Berita Terkait