Diduga Muslich dieksekusi pada pukul 21.30 WIB dan baru ditemukan warga sekitar pada pukul 22.00 WIB, Senin (13/7/2010).
Informasi yang dihimpun, sebelum jenazah Muslich ditemukan, beberapa warga mengaku mendengar steriakan minta tolong. Warga pun mencari asal suara tersebut sampai akhirnya tubuh korban ditemukan dalam keadaan terkapar bersimbah darah.
Delapan luka bacokan di tubuh korban yakni di kepala, leher dan dada. Diduga korban dihabisi saat bersepeda. "Kami terlambat menolongnya," kata Muhammad, salah seorang warga yang ikut menemukan mayat korban kepada wartawan, Selasa (13/7/2010).
Jajaran Polres Pasuruan belum berani berspekulasi tentang pelaku dan motif pembunuhan sadis tersebut karena tak ada saksi mata saat kejadian berlangsung. Tidak ditemukan barang bukti semisal senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korban.
"Kami hanya menemukan sepeda dan wadah tahu di TKP," ungkap Wakapolres Pasuruan, Kompol Ghufron AS saat dikonfirmasi.
Meski begitu, polisi akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan sampai pelaku bisa ditangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya mengharapkan warga membantu polisi dalam usaha mengungkap kasus tersebut. "Informasi apapun dari warga akan kami tindaklanjuti," tandasnya.
(wln/wln)










































