Hari Pertama Sekolah, SW Lebih Cerdas Dibanding Temannya

Bocah Merokok dan Bicara Cabul

Hari Pertama Sekolah, SW Lebih Cerdas Dibanding Temannya

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 11:05 WIB
Hari Pertama Sekolah, SW Lebih Cerdas Dibanding Temannya
Malang - Kecerdasan Sandi Adi Susanto alias SW yang kini berganti Adi Susanto, bocah yang sembuh dari kebiasaan merokok dan bicara cabul, terlihat saat hari pertama masuk sekolah PAUD Pelita Hati.

Selama di kelas kelompok A Lembaga Pendidikan Pelita Hati di Jalan S. Supriyadi No 35, Kota Malang, SW terlihat lebih mendominasi dibanding teman-temannya.

Hampir seluruh alat permainan yang disuguhkan, SW bisa menguasainya. Tangan-tangan mungilnya seakan tidak mau berhenti untuk bermain. Sementara 2 temannya hanya bisa memilih permainan tanpa tahu fungsi mainan tersebut.

Seperti yang terlihat saat bermain mobil luncur. Putra pasangan Mulud Riadi (50) dan Moedjiati (45), ini lebih memilih untuk menguasai mainan itu dan meminta kedua temannya melihat aksinya meluncurkan mobil mainan. "Iki lihaten mobile..wuesss," ucap SW seraya meluncurkan mobil mainan kepada Shendy dan Alwi dua temannya di kelas Kelompok A, Senin (12/7/2010).

Melihat aksi SW sudah terampil dan menguasai permainan itu, kedua temannya hanya
dapat melihat saja. Mereka banyak memberikan kesempatan kepada SW untuk
memainkan seluruh mainan yang ada.

Perilaku SW lebih mendominasi dibandingkan dua temannya di dalam kelas, bukan
berarti membuat guru pendamping menghentikan dan meminta mainan tersebut kepada kedua temannya.

Tyas, guru pendamping bungsu dari empat bersaudara ini mendukung SW untuk terus menunjukkan kehebatan dirinya dalam memainkan mobil luncur. "Ayo Adi bunda minta mainkan lagi dan perlihatkan kepada teman-temannmu," tutur Tyas.

Secara jujur Tyas mengungkapkan, dirinya mengaku senang dapat memberikan
pendampingan terhadap Adi yang dulunya dikenal sebagai bocah mempunyai perilaku
buruk. "Saya malahan kaget, seakan tak percaya. Jika Adi dulunya nakal. Kalau
dilihat sekarang ya begini. Bikin gemes," akunya.

Secara terpisah Moedjiati ibu kandung Adi saat ditemui di tempat mereka tinggal, di kompleks Yayasan Pelita Hati, mengungkapkan dirinya bersama suami merasakan senang tiada tara. Apalagi melihat putra bungsunya benar-benar menghilangkan kebiasaan buruk, dulu pernah dilakukan dan kini dapat bersekolah.

"Sebagai orang tua, saya senang, hari ini Adi bisa sekolah," ujarnya. (fat/fat)
Berita Terkait