SBY Bicara Tren Rupiah dan IHSG Menguat: Semoga Pertanda Baik

SBY Bicara Tren Rupiah dan IHSG Menguat: Semoga Pertanda Baik

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 10 Jun 2026 23:42 WIB
SBY Bicara Tren Rupiah dan IHSG Menguat: Semoga Pertanda Baik
Foto: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Aryo Mahendro/detikBali)
Jakarta -

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara soal rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat dalam beberapa hari terakhir. SBY berharap tren itu bisa menjadi awal yang baik untuk kondisi ekonomi Indonesia.

"Alhamdulillah, ada "good news" untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ "a good beginning"," tulis SBY dalam akun X pribadinya, seperti dilihat, Rabu (10/6/2026).

SBY mengatakan kabar baik itu sejalan dengan prediksinya pada Mei 2026 lalu. SBY meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi dalam mengatasi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita," ujar SBY.

Menurut SBY, ada beberapa faktor yang mempengaruhi menguatnya rupiah dan IHSG dalam beberapa hari terakhir. Dia menyoroti sinergi yang solid antara kebijakan yang dijalankan Bank Indonesia dan pemerintah.

SBY berharap momentum ini bisa terus dijaga pemerintahan Prabowo. Dia yakin pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat," kata SBY.

SBY juga mendorong agar pemerintah mampu segera memulihkan kepercayaan investor hingga meningkatkan komunikasi yang lebih efektif terhadap masyarakat. Selain itu, SBY berharap adanya solusi terhadap nasib rakyat yang terdampak terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang telah diputus pemerintah.

Lebih lanjut, SBY juga mengajak masyarakat untuk menjaga stabilitas negara dengan mendukung pemerintahan Prabowo. Dia menyebut dukungan banyak pihak di situasi sulit dibutuhkan pemerintah.

"Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, "in crucial thing, unity". "In important thing, dialogue" dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting," pungkas SBY.

(ygs/azh)


Berita Terkait