Mereka bakal memilih 8 pasang calon bupati yakni nomor urut 1 Azasi Hasan-Dewi
Kholifah (Assifa) yang diusung PKNU dan PBB. Abuya Busro Karim-Soengkono Sidik
(Abussidik) nomor urut 2 yang diusung PKB dan PDI Perjuangan.
Malik Effendi-Rahmad (Mamad) nomor urut 3 yang diusung PAN dan Hanura. Sedangkan nomor urut 4 Bambang Mursalin-Moh Saleh Abdullah (Basmalah) diusung Partai Demokrat, Golkar, PKS dan 17 partai non parlemen.
Pasangan nomor 5, Samarudin Toyyib–Abdul Kadir (SaYa) yang berangkat dari jalur
independen. Nomor urut 6, Muhammad Kafrawi–Joko Sungkono (KD) dari jalur independen. Nomor urut 7 Ilyasi Siraj–Rasyik Rahman (Iman) dari jalur independen dan pasangan Sugianto–Muhammad Muksin Amir, nomor urut 8 yang diusung PPP dan PDP.
Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Toha Samadi mengatakan, pencoblosan dibuka sejak pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.
"Silahkan bagi warga yang terdaftar dalam DPT menyalurkan suaranya sesuai dengan
hati nurani masing-masing," kata Toha kepada wartawan di kantor KPU Sumenep, Jalan Asta Tinggi, Kebonagung, Sumenep.
Dia menjelaskan, hingga pencoblosan mulai dilakukan secara serentak di TPS-TPS tidak ada masalah. Semua logistik dan pelaksana Pemiluka telah siaga dan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan fungsi masing-masing. "Saya menghimbau agar semua pemilih menyalurkan hak suaranya," ujarnya.
Sementara Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto mengatakan, pelaksanaan pemilukada dijaga oleh 1.191 petugas dari unsur kepolisian.
"Di dalamnya termasuk Brimob yang bertugas di 4 zona dan 1 kompi ada di polres,"
kata Edy pada wartawan di Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo.
Dia berharap selama pelaksanaan pemilukada berjalan lancar sesuai dengan harapan
banyak orang. "Hingga saat ini semuanya aman dan berharap lancar hingga akhir
nanti," pungkasnya. (fat/fat)











































