Menurut laki-laki berusia 39 tahun ini dirinya hanya seorang guru mengaji biasa. Dirinya tidak pernah mengajarkan ajaran sesat.
"Saya bukan nabi. Saya dipanggil kiai saja tidak mau. Karena Nabi Muhammad SAW adalah nabi terkahir. Tidak ada nabi penutup selain Nabi Muhammad," tegas Gatot saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (20/5/2010).
Gatot yang didampingi keluarga serta pengacaranya Henry Rusdianto, menuturkan, selama ini di Tulungagung, dirinya hanya mengajar mengaji di rumah Totok salah satu warga Ngantru, Tulungagung.
"Masak mengajar mengaji satu keluarga sepuluh orang, bisa meresahkan warga. Itu bullshit. Ini pembunuhan karakter. Semua tuduhan yang ditujukan kepada saya bahwa saya sebagai nabi semua itu fitnah," ungkapnya.
Gatot menegaskan, pemberitaan di media massa terkenal di Jawa Timur, Tulungagung dan Kediri, yang memberitakan dirinya sebagai 'nabi' adalah tidak benar. Alasannya, tidak ada bukti, dirinya mengaku sebagai Nabi.
"Tuduhan itu tidak benar. Pertama, tidak memiliki bukti atau dasar, apa yang tertulis di berita itu. Kedua saya tidak pernah bertemu dengan Suharminto. Ketiga, tidak penah ada klarifikasi dari MUI Tulungagung," tandasnya. (roi/wln)
