Banyak kasus seseorang saat hamil atau melahirkan menutupi kelahiran anaknya demi status sosial. Rupanya pengakuan Suryati ini pernah terjadi sekitar tahun 1997-1998 silam. Saat itu Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSU dr Soetomo Surabaya, dr Bangun T.Purwaka SpOG(K) menerima pasien asal Madura yang statusnya belum menikah, namun perutnya kian hari kian membesar.
"Pasien berstatus nona alias belum menikah ini datang ke rumah sakit mengeluhkan kian hari perutnya membesar. Sesudah kita periksa dan observasi berkali-kali, akhirnya dokter menyatakan jika nona itu terkena miom dan siap dioperasi," kenang dr Bangun kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Jumat (14/5/2010).
Saat dilakukan operasi dan pembedahan, kata dia, dokter malah menemukan keganjalan karena bentuk uterus yang dimiliki si wanita berwarna merah. Dengan merahnya uterus itu, dokter menyatakan jika hal itu ciri orang hamil. Apalagi air kencing juga menunjukkan positif jika si wanita ini hamil.
"Akhirnya tim dokter menutup kembali perutnya dan menjelaskan perihal penemuan dokter. Dari keterangan si pasien justru dia tidak pernah berhubungan intim dengan pria manapun, jadi tidak mungkin hamil. Ini kan aneh," tegasnya.
Setelah ditanya lebih detail kasus yang dialami, si nona tersebut mengaku dirinya pernah mimpi saat tidur siang dan didatangi ular besar. "Si pasien ini bilang dia pernah dikeloni (ditiduri) ular besar itu siang hari dalam mimpi. Dan usai mimpi itu barulah perut si pasien berubah membesar. Tentu saja pengakuan ini membuat kita terkejut," tambahnya.
Usut punya usut, kehamilan itu karena ulah kakak iparnya yang tinggal satu atap. "Karena sudah masuk ke ranah keluarga, akhirnya kami minta keluarga menyelesaikan sendiri," jelasnya.
Sebelumnya seorang wanita, Suryati (37) asal Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar melahirkan tanpa proses hamil. Tiba-tiba Jumat (7/5/2010) saat akan tidur sekitar pukul 20.40 WIB perutnya membesar, sakit dan melahirkan seorang bayi laki-laki.
Bidan yang datang ke rumah setelah dijemput keluarga Suryati hanya memotong tali pusar tanpa ada darah seperti proses melahirkan pada umumnya.
(fat/fat)











































