Demo Persikmania Ricuh, Kapolresta Dilempari Air Kencing

Demo Persikmania Ricuh, Kapolresta Dilempari Air Kencing

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2010 11:16 WIB
Demo Persikmania Ricuh, Kapolresta Dilempari Air Kencing
Kediri - Aksi demo sekitar 3.000 Persikmania di Mapolresta Kediri berakhir ricuh. Kapolresta AKBP Rastra Gunawan harus dievakuasi dari kerumunan massa, karena mendapat lemparan air kencing dan telur busuk.

Aksi pelemparan terjadi sesaat setelah 6 perwakilan Persikmania usai berunding dengan kapolresta dan sejumlah perwira. Di tengah penyampaian permintaan maaf, sesuai tuntutan pendemo, mendadak sebungkus air kencing dan telur busuk dilempar ke arah Kapolresta.

Kejadian ini memaksa sejumlah personel mengevakuasi kapolresta dari kerumunan massa, dan tidak melanjutkan permintaan maafnya.

Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi saat menanggapi aksi pelemparan menganggapnya hal wajar. Terlebih, lemparan itu diakui tidak mengena langsung tubuh pimpinannya. "Saya ada di samping beliau dan tahu persis bagaimana kejadiannya. Pak Kapolres hanya terkena percikan saja," kilah Kuwadi.

Terkait tuntutan mundur kepada kapolresta, Kuwadi memilih tidak menanggapi serius. Dia beranggapan tuntutan massa merupakan ungkapan sesaat, karena pendemo sedang berkumpul dalam jumlah besar.

"Nanti kalau ada pertandingan dan saya serta Pak Kapolres ada di stadion, paling-paling mereka juga akan say hello lagi," ungkap Kuwadi.

Usai melakukan aksinya di Mapolresta, massa Persikmania melanjutkan ke Sekretariat Persik. Di lokasi, pendemo sempat terlibat aksi saling dorong dengan polisi, saat mereka berusaha meneriakai Ketua Panpel Bambang Sumarjono keluar dari ruangan. Beruntung, kejadian itu tak sampai berujung menjadi bentrokan, setelah koordinator aksi bisa menenangkan massanya.

Seketaris Umum Persik Barnadi, terkait tuntutan mundur kepada Bambang Sumarjono
berjanji akan berusaha memenuhinya, dengan menyampaikan hal tersebut ke Ketua Umum Persik Samsul Ashar. "Itu kewenangan Pak Ketum dan sudah menjadi kewajiban saya menyampaikan ini ke beliau," ujar Barnadi.

Manajemen Persik diakui oleh Barnadi, akan berusaha menyelamatkan Persik dari ancaman kekalahan WO, atas kegagalannya menggelar pertandingan melawan Persebaya Surabaya.

"Kalau sampai PT Liga memutuskan kalah WO kami akan banding. Kami sudah berusaha
mencariu stadion sampai Jogja, sudah selayaknya itu menjadi hal yang meringankan,"
ujar Barnadi.

Sebelumnya, laga Persik-Persebaya dalam lanjutan ISL yang sedianya digelar di Stadion Mandala Krida Jogyakarta, Kamis (29/4/2010) kemarin batal setelah polisi setempat tidak mengeluarkan izin. Akibatnya, Persik terancam mengalami kekalahan WO, dengan konsekuensi dinyatakan kalah 0-3 dan mendapatkan pengurangan 3 poin dari yang dimiliki saat ini.
(fat/fat)
Berita Terkait