Dengan didampingi Kades Desa Rombasan Mukhlis Hidayat, Khusnul Khotimah lantas membawa paksa Fani pulang ke Muncar, Banyuwangi. Meski sempat menolak dan meronta-ronta agar tidak dibawa pulang, namun sang ibu tetap membawanya pulang.
"Alasan ibunya karena anaknya tidak ada yang merawat, apalagi masih kecil," kata Kades Desa Rombasan Mukhlis Hidayat kepada detiksurabaya.com di lokasi, Jumat (19/3/2010) pagi.
Sementara Suryadi mengaku pasrah dan bercucuran air mataatas kehendak istrinya yang memaksa anaknya pulang tanpa minta izin. Selama ini anak angkatnya tersebut sangat dekat dengan dirinya. Bahkan saat dirinya kecelakaan September 2009 lalu, anaknya yang masih kelas II SD rela putus sekolah dan merawatnya. "Anak angkat saya dibawa ibunya, tidak tahu mau dibawa kemana," ujar Suryadi.
Akibatnya, Suryadi tidak ada yang mengurus. Bahkan, botol-botol bekas air mineral yang berisi air kencingnya terlihat berserakan di sekitar tempat tidurnya. Sudah ada 4 botol bekas air mineral yang berisi kencing yang tidak dibuang, sehingga terlihat kesehatan pasien semakin mengkhawatirkan.
Sementara Kepala Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Mukhlis Hidayat mengaku saat ini istri sudah berada di Muncar Banyuwangi. "Barusan saya telepon, istrinya sudah ada di Muncar Banyuwangi. Saya meminta istri atau keluarganya datang agar bisa dirawat di puskesmas dan ada yang menunggunya," ujar Mukhlis kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Anda ingin membantu meringankan beban Suryadi? Saatnya berbagi dan bergabung di forum detiksurabaya. (fat/fat)











































