Pantauan detiksurabaya.com, Kamis (18/3/2010), ketinggian di Desa Sumber Agung dan Desa Perak Kecamatan Perak, Jombang, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Luapan air itu kemudian masuk ke rumah-rumah warga. Bahkan masjid dan gedung sekolah terendam.
Akibat tergenang air, proses belajar di SDN 2 Perak terganggu. Sekolah diliburkan karena ruang kelas dan halaman sekolah terendam air. "Banjir, bangku dan buku-buku pelajarannya basah. Jadi sekolah untuk sementara diliburkan," kata Sutomo salah satu siswa SDN 2 Perak.
Sementara itu genangan air yang ada di tiga desa lainnya seperti Desa Ngampel di Kecamatan Ngusikan dan Desa Dapur Kejambon di Kecamatan Jombang, dan Desa Watugaluh di Kecamatan Diwek tidak separah Kecamatan Perak. Namun jalanan desa juga tetap dikepung banjir. Warga harus berjalan kaki melintasi genangan air.
Salah satu warga Desa Dapur Kejambon yang bernama Paiman (32) mengutarakan, air masuk ke rumahnya sejak tadi malam. Padi yang siap panen pun rusak akibat genangan air.
"Sejak semalam ada sekitar 21 hektar tanaman padi d isini semuanya rusak. Padahal seminggu lagi harus di panen," tuturnya.
Warga berharap pemerintah Jombang, segera memberi bantuan dengan meninggikan tepian sungai. Warga khawatir jika hujan turun kembali dengan intensitas tinggi diperkirakan ketinggian air akan bertambah.
"Sungainya kurang tinggi kalau tanggulnya tidak segera ditinggikan petani bisa rugi karena sering kebanjiran," tandasnya.
(wln/wln)










































