"Bapak habis ikut rapat ke polda hingga pulang malam, bapak pun kemudian menginap dan tidak pulang ke Turen," ujar salah satu anggota Polsek Ngajum, Aipda Bambang yang juga saksi mata kematian korban kepada wartawan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa (2/3/2010).
Menurutnya, tak diketahui tanda-tanda mencurigakan di tubuh pria berusia 51 tahun. Bahkan sebelum meninggal, korban sempat memimpin apel pagi. Kendati terlihat kondisi fisiknya baik, mantan Kapolsek Gedangan ini sempat mengurungkan niat hadir dalam rapat desa yang diadakan warga di Balai Desa Ngajum.
Mantan Wakapolsek Turen ini mengaku kondisi badannya kurang sehat hingga memerintahkan anggota lainnya untuk datang menggantikan dirinya. "Bapak memerintahkan anggota lain menggantikannya dalam rapat desa itu," imbuh Bambang.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, almarhum pernah kehilangan anaknya saat merayakan kelulusan. Saat itu putrinya, Hindun Komariyah Ghufron (19) yang tercatat sebagai siswa SMUN 1 Turen, Malang hilang terseret ombak Pantai Bajulmati, Selasa (16/6/2009) lalu.
(fat/fat)










































