Tampil di kandang sendiri, Stadion Brawijaya, Sabtu (13/2/2010), Persik takluk 0-1 dari Sriwijaya FC. Inilah kekalahan kedua Persik setelah sebelumnya mereka dipecundangi Persib Bandung.
"Di tim lain saya lihat sekali menelan kekalahan mereka bisa berbenah, tapi di sini tidak. Jangankan berharap membaik, yang ada justru semakin buruk permainannya," ungkap Gusnul usai laga.
Uniknya, mantan pelatih Persibo Bojonegoro dan Arema Malang tersebut mengaku tidak mengetahui penyebab menurunnya mental bertanding anak asuhnya.
"Saya sudah ajak bicara satu per satu. Di hadapan saya mereka bilang tidak ada masalah dan siap dimainkan, tapi saat benar saya pasang dia tak bisa mengembangkan permainannya," keluhnya dengan nada kesal.
Selain faktor mental, hal lain yang menjadi faktor penyebab buruknya permainan Persik adalah komposisi pemain. Gusnul menganggap absennya tiga pemain inti secara bersamaan membuatnya kebingungan mengatur strategi permainan, mengingat perbedaan kelas yang mencolok antara pemain inti dan cadangan.
Berbeda dengan Gusnul, pelatih Sriwijaya FC Rachmad Darmawan mengaku sangat puas dengan hasil pertandingan. Kunci keberhasilannya diakui lantaran kejelian melihat kebiasaan Persik hanya hanya 'panas' di 20 menit awal pertandingan.
"Terlepas itu benar atau kebetulan, tapi saya selalu melihatnya dari setiap pertandingan kandang Persik. Jadi anak-anak tadi saya tekankan, jika kalian bisa menahan serangan Persik di 20 menit pertama, kalian akan bisa memperoleh kemenangan," jelas RD, sapaan akrab Rachmad Darmawan.
Meski demikian RD juga mengaku tak lepas dari keberuntungan, atas cederanya sejumlah pemain pilar Persik. Menurutnya, kondisi tersebut memudahkan anak asuhnya mengembangkan permainan.
"Tak lupa saya juga minta maaf kalau memang cederanya Saktiawan (Sinaga) dan Agus (Susanto) karena benturan dengan pemain saya. Saya yakin mereka tidak sengaja, karena inilah permainan sepakbola," imbuhnya.
Meski meraih kemenangan, RD juga mengaku timnya sebenarnya memiliki peluang unggul dengan gol yang lebih banyak. Menurutnya, faktor ketergesa-gesaan pemain dan buruknya kepemimpinan wasit Oky Dwi Saputro menjadikan peluang tersebut hilang.
"Soal dijatuhkannya Keith (Kayamba), dari jauh saya melihat itu penalti, tapi wasit mengaku itu diving. Anehnya, kalau itu diving kenapa pemain saya tidak diberikan kartu kuning? Tapi biarlah, kalau memang keputusan wasit demikian," ujar RD sambil mengernyitkan dahi.
Dengan hasil tersebut Persik semakin terperosok ke papan bawah klasemen sementara, dengan menghuni peringkat ke 13. Sementara Sriwijaya FC terdongkrak naik ke pringkat tiga dengan koleksi 31 poin.
(fat/fat)











































