Aksi warga ini berawal dari ledakan di salah satu tungku pembakar di pabrik baja itu. Saat terjadi ledakan, warga sedang terlelap. Karena kaget dengan suara ledakan, warga mendatangi pabrik yang hanya berjarak 10 meter dari perkampungan itu.
Namun saat meminta penjelasan ke pabrik, tidak ada pihak manajemen yang menggubris warga. Warga lalu memaksa masuk pabrik dan mengancam 2 satpam pabrik yang sedang berjaga. Warga lalu masuk ke halaman pabrik dan melempari kantor.
Tak hanya kantor yang dilempari bebatuan, mobil-mobil milik jajaran direksi yang diparkir, juga tidak luput dari amuk warga. Dari pantauan detiksurabaya.com, kaca-kaca mobil mewah itu rusak. Warga juga berupaya menggulingkan mobil truk namun gagal.
Saat warga mengamuk, para wartawan dilarang mengambil gambar. Warga tahu para wartawan sedang mengambil gambar perusakan, karena sorot lampu kamera. Bahkan wartawan JTV dan MetroTV serta Memorandum sempat diancam beberapa orang.
"Jangan ambil gambar, nanti kalau wajah kami keluar di TV dan koran, kalian akan kami cari," kata seorang pemuda kepada para wartawan TV.
Saat aksi perusakan itu terjadi, tidak terdapat seorang pun polisi yang berada di lokasi. Para wartawan lalu berangsur meninggalkan tempat, saat warga terus melakukan perusakan sejumlah fasilitas di pabrik itu.
(bdh/bdh)











































