Dua pulau yakni Pulau Sepanjang dan Sakala. Tak ada transportasi laut ke dua pulau tersebut sejak 4 hari terakhir. Akibatnya, pasokan komoditi 9 bahan pokok (Sembako) terhenti dan membuat stok di dua pulau terbatas.
Warga Pulau/Kecamatan Sapeken yang mencapai 4.995 jiwa dan 80 persen di antaranya nelayan juga menghentikan aktivitasnya di laut. Ribuan perahu ditambatkan di tempat yang aman menyusul dua hari lalu ratusan perahu rusak diterjang ombak.
Dampaknya, perputaran ekonomi terhenti. Para nelayan hanya berdiam diri di rumah. Gaplek menjadi makanan utama, karena pengiriman sembako terhenti total.
Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Moh Ali mengatakan, warga kepulauan yang hidupnya mengais rejeki dari laut saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Selain tidak ada transportasi laut yang berdampak pada terhentinya pasokan sembako, juga tidak ada penghasilan lain. Warga yang ada di dua pulau tersebut terisolir karena dikepung gelombang tinggi dan angin kencang.
"Mereka tidak mempunyai stok sembakao sehingga mulai mengkonsumsi gaplek," kata Ali kepada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Jumat (15/1/2010).
Hal serupa juga terjadi di Pulau Masalembu yang secara geografis lebih dekat ke Kalimantan. Menurut salah seorang tokoh masyarakat Pulau Masalembu, Maktuf Syarif (39), sejak tiga hari terakhir stok sembako sudah mulai menipis.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, warga Pulau Masalembu hanya mengandalkan sisa persediaan pangan yang ada. Semisal, tepung terigu dan singkong kering atau gaplek. Pulau Masalembu yang memiliki empat desa berpenduduk hampir 23 ribu jiwa. Yakni Desa Masalima, Desa Karamian, Desa Sukajeruk, dan Desa Masakambing.
Stok bahan-bahan tersisa itu, hanya cukup beberapa hari kedepang. Jika tidak ada penanganan dari pemerintah, maka diprediksi akan terjadi kelaparan di Pulau Masalembu.
"Kondisi masyarakat di Masalembu ini butuh penanganan serius," ujar Maktuf kepada wartawan di salah satu rumah kerabatnya, Jalan Kartini Sumenep.
Perairan Masalembu yang masuk kategori laut jawa itu, kini kondisi ombak sangat ekstrim disusul angin kencang pada pagi, siang dan malam hari.
(fat/fat)











































