Informasi yang diterima detiksurabaya.com menyebutkan, kapal motor itu membawa ABK sebanyak 17 orang, enam diantaranya dinyatakan bertahan hidup di atas bangunan rumpon (rumah ikan yang terbuat dari kayu). Sementara yang lainnya masih belum diketahui nasibnya.
Satu-satunya ABK yang berhasil menyelamatkan diri ke darat adalah Hasan (45). Nelayan asal Mimbo ini terdampar di pantai Agel, Kecamatan Jangkar.
"Saya berusaha ke pinggir menggunakan bambu rumpon, sementara lima teman saya masih berada di tengah laut dengan menumpangi rumpon, teman lainnya saya tidak tahu nasibnya," kata Hasan (45) kepada wartawan Kamis (14/1/2010).
Hasan mengungkapkan saat ombak menghantam, kapal langsung tenggelam karena lambung kapal mengalami kebocoran. "Ombak besar dan langsung membuat kapal tenggelam," tuturnya.
Komandan Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) perairan Laut Jangkar, Serma Laut Budi Santoso membenarkan adanya insiden kapal tenggelam ini. "Kami dengan dibantu tim SAR sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap nelayan hilang lainnya," ungkapnya saat dikonfirmasi via handphone. (wln/wln)











































